Search
Close this search box.

Non Aktif dari DPR, Ini Raihan Suara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach di Pemilu 2024

Jakarta, SenayanTalks – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengambil keputusan tegas dengan menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dari kursi anggota DPR RI. Keduanya dinilai telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat melalui pernyataannya terkait kinerja dan tunjangan anggota DPR.

Ahmad Sahroni bahkan sempat menyebut orang-orang yang mendesak pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol”. Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang kritik terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR.

Sedangkan Nafa Urbach juga menjadi sasaran kritik setelah videonya yang menunjukkan dukungan terhadap tunjangan rumah DPR beredar luas. Video tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit.

Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach melaju ke kursi DPR RI pada Pemilu 2024 setelah meraih suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Keberhasilan mereka meraih kursi di Senayan menjadi bukti kuatnya basis massa yang mendukung.

Sebagai petahana, Ahmad Sahroni berhasil mempertahankan posisinya dengan perolehan suara yang mengesankan. Bertarung di Dapil DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, ia berhasil mengumpulkan 163.292 suara. Angka ini menjadikannya peraih suara tertinggi dari seluruh calon legislatif Partai NasDem di dapil tersebut.

Perolehan suara Sahroni jauh melampaui calon lain di internal partai. Sebagai perbandingan, peraih suara tertinggi kedua, Surya Tjandra, hanya memperoleh 5.742 suara. Dengan demikian, perolehan suara Sahroni hampir 28 kali lipat lebih banyak dari pesaing terdekatnya, mengukuhkan posisinya sebagai ‘magnet suara’ di Jakarta.

Di sisi lain, Nafa Urbach menunjukkan popularitasnya yang kuat di basisnya. Maju dari Dapil Jawa Tengah VI (meliputi Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Kota Magelang), Nafa berhasil mendulang 67.652 suara.

Angka ini membuatnya menjadi peraih suara terbanyak dari Partai NasDem di dapil tersebut, dan dengan demikian berhasil mengamankan satu kursi di DPR. Perjuangan Nafa Urbach di dapil ini menunjukkan bahwa popularitasnya sebagai figur publik mampu diterjemahkan menjadi dukungan elektoral yang signifikan.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya