Jakarta, SenayanTalks — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali mendapatkan peringkat idB dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas seluruh obligasi, termasuk Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang masih beredar.
Pefindo menilai WSBP tetap memiliki posisi yang kuat di industri beton pracetak nasional. Prospek stabil tersebut mencerminkan keyakinan terhadap keberlanjutan operasional serta kemampuan perseroan dalam menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika industri konstruksi.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menegaskan peringkat ini sejalan dengan capaian tahun sebelumnya.
“Peringkat ini menunjukkan konsistensi posisi WSBP di level single B (stable outlook). Hal ini menjadi dasar bagi kami untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan kinerja keuangan,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Sebagai bagian dari komitmen restrukturisasi, hingga saat ini WSBP telah melakukan pembayaran Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) sebanyak lima tahap dengan total Rp429 miliar. Pembayaran ini mencakup kewajiban kepada kreditur perbankan (Tranche A), kreditur pemegang obligasi, serta kreditur dagang (Tranche B). Adapun tahap pembayaran berikutnya dijadwalkan pada 25 September 2025.
Restrukturisasi utang capai 90%
WSBP juga telah merealisasikan konversi utang kreditur dagang menjadi ekuitas (Tranche D) senilai Rp1,55 triliun atau 90,23% dari total utang yang dikonversi. Proses ini dilakukan sesuai ketentuan homologasi dan telah mendapatkan persetujuan RUPS.
Selain itu, pada 12 Desember 2023, WSBP telah menyelesaikan konversi utang obligasi menjadi OWK (Tranche C) dengan nilai Rp1,85 triliun. Langkah ini menjadi bagian penting dari implementasi restrukturisasi keuangan yang telah disahkan melalui homologasi.
WSBP menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui produk beton pracetak dan beton readymix berkualitas, jasa konstruksi, serta penyewaan alat berat. Seluruh Precast Plant dan Batching Plant perusahaan beroperasi aktif, didukung jaringan area penjualan yang proaktif menangkap peluang proyek nasional strategis, mulai dari jalan tol, bendungan, hingga transportasi publik.
“Dengan dukungan pemegang saham, mitra kerja, dan pelanggan, WSBP optimistis dapat menjaga kepercayaan serta menghadirkan solusi beton yang inovatif, berkelanjutan, dan andal,” tutur Fandy.
Efisiensi dan tata kelola
Ke depan, WSBP akan terus memperbaiki struktur keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas kerja sama dengan mitra strategis. Perseroan juga menegaskan komitmen pada Good Corporate Governance (GCG), penguatan manajemen risiko yang terukur, serta selektivitas dalam proyek untuk memastikan pendanaan yang sehat.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas usaha sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Baca juga :
