Badung, SenayanTalks — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembiayaan proyek infrastruktur strategis. Kali ini, BUMN di bawah Kementerian Keuangan tersebut menyalurkan pembiayaan senilai Rp2,83 triliun kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, untuk pembangunan jaringan jalan baru yang akan meningkatkan konektivitas kawasan wisata unggulan.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan dilakukan oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di Kantor Bupati Badung, disaksikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan bahwa pembiayaan ini merupakan bukti nyata dukungan PT SMI terhadap program pembangunan berkelanjutan pemerintah daerah. “Kami terus memperkuat peran kami sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Melalui kolaborasi ini, PT SMI membantu mendorong pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan PAD, serta daya saing Badung sebagai destinasi wisata internasional,” ujarnya.
Kabupaten Badung dikenal sebagai pusat pariwisata Bali dengan destinasi kelas dunia seperti Kuta, Seminyak, Canggu, dan Nusa Dua. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur yang lebih modern untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus memperlancar arus wisatawan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyebut kerja sama dengan PT SMI sebagai langkah konkret dalam mewujudkan komitmen pembangunan jangka menengah daerah. “Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar janji politik, tetapi strategi nyata untuk menciptakan Badung yang terkoneksi, sejahtera, dan berkelas dunia,” katanya.
Proyek yang dibiayai PT SMI ini mencakup pembangunan sembilan ruas jalan strategis sepanjang 11,8 kilometer di wilayah Kuta Utara dan Kuta Selatan. Infrastruktur baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh wisatawan, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut data PT SMI, pembangunan jalan tersebut akan memberikan dampak ekonomi dan sosial langsung, antara lain: peningkatan pendapatan pajak hotel dan restoran, penurunan biaya transportasi wisata, pembukaan lapangan kerja baru, serta peningkatan produktivitas sektor jasa dan pariwisata.
Hingga Agustus 2025, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan daerah senilai Rp36,16 triliun, dengan outstanding sebesar Rp18,02 triliun. Sekitar 75,2% dari total pembiayaan tersebut difokuskan untuk sektor jalan dan jembatan — sektor yang dinilai memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian daerah.
Sebagai BUMN yang berperan sebagai agen pembangunan berkelanjutan, PT SMI berkomitmen terus menyediakan solusi pembiayaan inovatif, termasuk skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan pinjaman daerah, guna mempercepat pembangunan infrastruktur nasional dan daerah.
Baca juga :



