Search
Close this search box.

Pertamina NRE Mulai Pilot Project Bioethanol Aren

Garut, SenayanTalks – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi memulai proyek percontohan (pilot project) pengembangan bioethanol berbasis aren di Kamojang, Garut. Proyek energi bersih ini diluncurkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, pada Rabu (19/11), sebagai langkah strategis mendukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional.

Proyek inovatif ini memanfaatkan nira aren sebagai bahan baku utama dengan kapasitas produksi sekitar 300 liter bioethanol per hari serta 300–500 kilogram gula aren per hari. Bahan baku ini berasal dari hutan aren yang dikelola Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Baru Bojong, Desa Bojong, Garut.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengembangan energi berbasis aren menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya ketahanan energi. Indonesia harus memanfaatkan potensi sumber energi domestik, termasuk aren sebagai bahan baku biofuel. Dengan potensi yang sangat besar, aren dapat mengurangi ketergantungan impor BBM,” jelas Raja Juli.

Ia menambahkan, secara teori, satu hektar lahan aren mampu menghasilkan 24 ribu liter etanol per tahun. Dengan potensi lahan hingga 125 juta hektar, Indonesia dapat mengembangkan perkebunan aren berskala besar sekaligus menghemat biaya impor energi.

Dorong ekonomi lokal

Pengembangan aren sebagai bahan baku bioethanol diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar kawasan hutan. Pemerintah bahkan menargetkan penanaman aren pada 1,2 juta hektar lahan, dengan potensi produksi 28,8 juta kiloliter bioethanol per tahun.

Untuk memastikan kualitas dan produktivitas nira, Kementerian Kehutanan juga menyiapkan program pelatihan dan pembinaan bagi petani aren, mulai dari teknik budidaya hingga efektivitas penyadapan.

Pengembangan aren juga memiliki manfaat lingkungan, seperti pemanfaatan lahan marjinal, pengurangan ketergantungan energi fosil, dan kontribusi pada penurunan emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar nabati (BBN).

Bioethanol multifeedstock

CEO Pertamina NRE, John Anis, mengatakan bahwa proyek percontohan di Kamojang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan bioethanol multifeedstock.

“Kami melakukan riset untuk berbagai jenis tanaman yang berpotensi menjadi bahan baku bioethanol, termasuk aren. Potensi aren di Indonesia sangat besar untuk dikembangkan,” kata John.

Selain aren, Pertamina NRE juga tengah mengembangkan bioethanol dari molases tebu, sorgum, singkong, jagung, serta limbah pertanian seperti limbah sawit, bagase tebu, batang sorgum, dan jerami padi. Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat riset dan inovasi dalam proyek ini.

Ketua KUPS Baru Bojong, Hendra, menyambut baik kerja sama ini. “Kami berharap kemitraan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama petani aren di Desa Bojong,” ujarnya.

Dalam peta jalan pengembangan bioethanol berbasis aren, Pertamina NRE telah menyiapkan beberapa tahapan, mulai dari uji skala laboratorium, road test, pilot scale, hingga pengembangan skala komersial dan replikasi industri.

Langkah ini sejalan dengan komitmen nasional untuk membangun kemandirian energi melalui energi bersih berbasis sumber daya lokal.

Dengan peluncuran proyek percontohan ini, Indonesia semakin mendekati ambisi besar menjadi negara yang memiliki ketahanan energi kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya