Search
Close this search box.

Wisata Autentik dan Slow Travel Bakal Jadi Tren Perjalanan di Tahun 2026

Jakarta, SenayanTalks — Golden Rama kembali menggelar pameran wisata EXTRA – Experience Travel 2025 pada 21–23 November di lima kota besar: Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Denpasar. Memasuki edisi ketiga, EXTRA 2025 hadir dengan tema “Because You Are EXTRA”, sekaligus menegaskan posisinya sebagai barometer minat wisatawan Indonesia menjelang tren perjalanan global 2026.

Presiden Direktur Golden Rama Tours & Travel, Madu Sudono, mengatakan EXTRA kini berkembang sebagai ruang inspirasi sekaligus wadah memahami perkembangan tren perjalanan global.

“EXTRA bukan hanya tempat mencari ide liburan, tetapi ruang untuk memahami bagaimana tren global bergerak dan bagaimana perjalanan bisa dirancang lebih personal,” ujar Madu.

Ia menyebut wisatawan Indonesia semakin matang dalam merencanakan perjalanan, lebih sadar nilai, serta mencari pengalaman unik dan autentik.

Golden Rama mencatat empat pergeseran besar dalam preferensi wisatawan Indonesia. Pertama, berwisata untuk mendapatkan pengalaman autentik seperti kuliner, seni, budaya, hingga wellness retreat.

Keduanya, kembalinya grup tour untuk rute populer seperti Eropa, Korea, China, dan Rusia. Berikutnya, cruise travel terutama keluarga dan pasangan yang menyukai konsep slow travel.

Terakhir, premium travel yang ditopang manfaat reward bank, cicilan panjang, dan voucher perjalanan.

GM Communication & CRM Golden Rama, Ricky Hilton, menjelaskan perubahan ini menunjukkan wisatawan Indonesia semakin terinformasi.

“Traveler kini ingin perjalanan terkurasi. Tidak hanya destinasi, tetapi pengalaman yang bermakna,” ujarnya.

Tren perjalanan 2026

Laporan Skyscanner Travel Trends 2026 menyebut 84% wisatawan global berencana bepergian sama atau lebih sering dari tahun sebelumnya. Namun motivasinya bergeser ke pencarian makna, pemulihan diri, dan eksplorasi budaya lokal.

Salah satu temuan penting adalah fenomena Altitude Shift, di mana 76% traveler global ingin menjadikan pegunungan sebagai “ruang retreat baru”.

Menjawab tren ini, EXTRA 2025 menampilkan inspirasi perjalanan ke destinasi pegunungan dunia, termasuk Dolomites di Italia, yang kini menjadi ikon slow-mountain travel dengan trekking ringan, kuliner lokal Ladin, hingga pengalaman wellness lodge.

Selain itu, EXTRA juga menampilkan pengalaman slow-travel lain seperti rail journeys, desa pedesaan Eropa, dan rute Asia Timur berirama tenang.

Penyelenggaraan EXTRA yang berlangsung di Lippo Mall Puri, Jakarta, mencatat antusiasme tinggi pada rute long-haul, destinasi musim dingin, dan multi-country tours. Banyak pengunjung datang dengan rencana matang, termasuk rute kuliner dan sport tourism.

EXTRA 2025 hadir di lima kota dengan dukungan 34 mitra industri global, termasuk Hong Kong Tourism Board, Dubai Tourism Board, dan Royal Caribbean. Tahun ini, EXTRA digelar tiga kali sebagai upaya memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat dalam merencanakan liburan yang lebih matang.

“Masyarakat kini semakin mencari perjalanan yang bermakna dan terorganisir. Dinamika ini kami lihat di semua kota,” ujar Madu Sudono.

Dengan inspirasi perjalanan yang terkurasi, penawaran eksklusif, dan dukungan mitra internasional, EXTRA 2025 menegaskan posisi Golden Rama sebagai pionir perjalanan autentik dan relevan untuk wisatawan Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya