Search
Close this search box.

Dewan Pers Minta Media Kritis dalam Liputan Banjir Bandang Sumatera

Jakarta, SenayanTalks — Dewan Pers menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera dan menelan ratusan korban jiwa. Dalam pernyataan resminya, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan empat poin penting terkait penanganan bencana dan peran pers dalam mengawal isu lingkungan.

Dewan Pers menyatakan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar. Menurut Komaruddin Hidayat, situasi di lapangan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan media.

“Dewan Pers menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa yang besar dan situasi penanganan yang memerlukan dukungan semua pihak,” ungkap Komarudin melalui rekaman video yang diterima SenayanTalks, Kamis (4/11).

Dalam pernyataannya, Dewan Pers menyoroti indikasi kerusakan hutan dan lingkungan sebagai salah satu faktor yang memperburuk dampak bencana di Sumatera. Karena itu, Dewan Pers mendesak pemerintah dan lembaga terkait melakukan audit komprehensif.

Komaruddin menegaskan pentingnya pertanggungjawaban publik dari semua pihak yang diduga terlibat dalam kerusakan lingkungan tersebut.

Media harus rofesional dan kritis

Dewan Pers juga meminta seluruh jurnalis, terutama yang bertugas di wilayah Sumatera, untuk menjalankan tugas secara profesional, kritis, dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik. Bahwa pers harus mengawal proses investigasi serta memantau potensi pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan publik dan kelestarian alam.

Dalam poin keempat, Dewan Pers mengingatkan bahwa pers memiliki fungsi vital sebagai kontrol sosial. Peran ini disebut sebagai bagian dari kepercayaan publik terhadap media, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.

“Hakikat tugas pers adalah mengabdi kepada kepentingan masyarakat,” kata Komaruddin menutup pernyataannya.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya