Search
Close this search box.

12 Tower SUTT Roboh, Pemulihan Listrik Aceh Dipercepat

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri) didampingi Bupati Bireuen, Mukhlis (kanan), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) memberikan bantuan sembako kepada salah satu warga terdampak banjir di Desa Blang Panjo, Kabupaten Bireuen, Aceh. (FOTO: PLN)

Bireuen, SenayanTalks — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau Posko Penanganan Bencana di Desa Blang Panjo, Kabupaten Bireuen, Aceh, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir tetap terpenuhi. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian ESDM menyalurkan bantuan logistik dari PT PLN (Persero) yang diperuntukkan bagi ribuan masyarakat di wilayah tersebut.

Bantuan PLN mencakup 700 kilogram beras, 700 kilogram gula, serta 1.400 liter minyak goreng yang disalurkan langsung melalui posko siaga.

Bahlil menyebut bahwa kehadiran pemerintah pusat bersama BUMN energi sangat penting pada fase awal pemulihan pascabencana, terutama terkait kebutuhan listrik dan bahan bakar yang dianggap paling vital.

“Kehadiran saya bersama Dirut Pertamina, Dirut PLN, dan Dirjen Ketenagalistrikan adalah untuk memastikan persoalan di lapangan. Listrik dan BBM adalah kebutuhan paling vital,” tegas Bahlil.

Ia juga meninjau dapur umum yang dikelola Pemda dan PLN, yang saat ini menjadi pusat suplai makanan bagi warga dan petugas di lokasi terdampak.

“Saya apresiasi PLN. Mereka bekerja luar biasa. Semua kekuatan nasional harus turun untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan terima kasih atas dukungan logistik dari Kementerian ESDM dan PLN. Ia menyebut kehadiran Menteri ESDM memberikan dorongan moral bagi warga di pengungsian.

“Kehadiran Menteri ESDM menjadi penyemangat masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Mukhlis.

Bantuan beras hingga obat

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja kolaboratif, bukan hanya fokus pada jaringan kelistrikan. Menurutnya, PLN telah menyalurkan bantuan besar ke berbagai wilayah Aceh melalui program TJSL dan YBM PLN.

Total bantuan PLN hingga saat ini meliputi:

  • 9,6 ton beras
  • 12.958 liter minyak goreng
  • 3.360 kg gula
  • 4.326 kardus mie instan
  • 466 kg telur
  • 2.250 paket makanan siap saji
  • 9.080 botol air minum
  • 4.865 perlengkapan bayi
  • 3.724 selimut
  • 6.603 paket obat-obatan

Selain itu, PLN menyediakan 11 dapur umum, terdiri dari: 7 titik di Pidie, 2 titik di Bireuen, 1 titik di Lhokseumawe, 1 titik di Bener Meriah, dengan 4 dapur umum di antaranya merupakan kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda.

Perbaikan tower listrik

PLN juga tengah mempercepat penormalan kelistrikan yang terdampak banjir dan longsor, termasuk pemulihan 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang roboh di beberapa wilayah Aceh. Bireuen menjadi titik paling kritis setelah lima tower SUTT 150 kV Bireuen–Arun tumbang dan memutus jalur utama penyaluran listrik dari pembangkit Arun dan Nagan Raya.

“Kami mengerahkan tim siaga, alat berat, dan material untuk membangun kembali tower yang roboh. Pekerjaan dilakukan 24 jam dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah, serta masyarakat,” kata Darmawan.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor mempercepat pemulihan kebutuhan dasar masyarakat di Aceh, baik dari sisi teknis maupun sosial.

“Kerja sama ini membuktikan bahwa percepatan pemulihan dapat tercapai ketika seluruh pihak bergerak bersama,” ujar Darmawan.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya