Jakarta, SenayanTalks — PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali mendapat kepercayaan pemerintah untuk membangun Sekolah Rakyat (SR). Proyek senilai Rp757,05 miliar tersebut akan dibangun di tiga wilayah Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.
Penandatanganan kontrak Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 dilakukan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Jumat (2/1/2026). Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko turut hadir menyaksikan langsung penandatanganan kontrak tersebut.
Ari Asmoko mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh merupakan bagian dari komitmen Waskita Karya dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
“Kami bersyukur dan bangga kembali dilibatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama anak-anak di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan,” ujar Ari dalam keterangan resmi.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendidikan. Karena itu, Waskita Karya berkomitmen mempercepat penyelesaian proyek agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini juga menjadi bagian dari strategi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Semakin cepat pembangunan diselesaikan, semakin cepat pula manfaatnya dirasakan masyarakat. Bagi Waskita, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi wujud kontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Ari.
Dalam proyek ini, Waskita Karya akan membangun fasilitas pendidikan lengkap mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, turut dibangun asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah, serta gedung serbaguna.
Ari menegaskan, sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya akan fokus menghadirkan infrastruktur yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, maka kemajuan bangsa di berbagai sektor akan lebih cepat terwujud,” ujarnya.
Sebelumnya, pada November 2025, Waskita Karya juga dipercaya membangun Sekolah Rakyat di lima kabupaten di Sulawesi Selatan dengan nilai proyek Rp1,23 triliun. Selanjutnya, pada awal Desember 2025, Perseroan memperoleh kontrak pembangunan SR di empat kabupaten dan satu kota di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun, serta proyek Sekolah Rakyat di Sumatra Selatan dengan nilai Rp719,25 miliar.
Baca juga :
