Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi memulai pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut 9 dan 10) Paket I di Provinsi Bali dengan nilai proyek mencapai Rp290,84 miliar. Pengerjaan proyek tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan pada pekan lalu.
Acara groundbreaking dihadiri oleh Direktur Pembangunan Jalan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Asep Syarip Hidayat, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Asep Syarip Hidayat mengatakan, pembangunan jalan ini menjadi langkah awal Kementerian PU dalam meningkatkan konektivitas jalan nasional di Bali. Melalui perbaikan geometrik jalan tersebut, waktu tempuh dari Singaraja ke Mengwitani diperkirakan dapat dipangkas secara signifikan.
“Waktu perjalanan yang sebelumnya mencapai 21,22 menit akan menjadi hanya 8,61 menit,” ujar Asep.
Dukung Mobilitas dan Distribusi Logistik
Gubernur Bali I Wayan Koster menilai proyek jalan ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Selain menunjang mobilitas penumpang, infrastruktur tersebut juga berperan penting dalam memperlancar distribusi logistik antardaerah di Bali.
Sejalan dengan itu, Waskita Karya meyakini keberadaan jalan penghubung tersebut akan mempermudah pengangkutan hasil bumi, produk lokal, dan berbagai komoditas ke pasar. Efisiensi ini diharapkan mampu menekan biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan bagi pelaku usaha logistik.

Kurangi Tikungan dan Tingkat Kelandaian Jalan
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko memastikan, Jalan Batas Kota Singaraja–Mengwitani akan dirancang aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Salah satunya dengan mengurangi jumlah tikungan dari 58 titik menjadi 21 titik.
“Kami juga menurunkan tingkat kelandaian jalan dari yang semula mencapai 21,8 persen menjadi 10 persen, sehingga lebih mudah dan lancar dilalui kendaraan,” kata Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Paulus menjelaskan, selain membangun jalan sepanjang 931,5 meter, Waskita Karya juga mengerjakan jembatan sepanjang 593,5 meter. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Bali Utara
Menurut Waskita Karya, pembangunan jalan ini telah lama dinantikan masyarakat karena menghubungkan Bali Selatan sebagai pusat pariwisata utama dengan Bali Utara yang selama ini terkendala kondisi jalan berkelok.
Akses yang lebih cepat dan aman diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di Bali Utara, serta mendukung pemerataan pembangunan pariwisata di Pulau Dewata.
“Pembangunan jalan perbaikan geometrik ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui proyek konektivitas,” ujar Paulus.
Ke depan, Waskita Karya menegaskan akan terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional. Sebelumnya, perseroan telah mengerjakan sejumlah proyek strategis, antara lain Jalan Feeder Ibu Kota Nusantara (IKN), Jalan Baru Kretek–Girijati di DIY, serta Jalan Kwatisore–Kampung Muri di Papua Tengah.
Baca juga :



