Jakarta, SenayanTalks — Universitas Pertamina (UPER) dan Pertamina Foundation (PF) memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama 23 mitra strategis. Penandatanganan ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UPER dan Hari Ulang Tahun Pertamina Foundation.
Kemitraan tersebut melibatkan sektor pemerintah, akademisi, industri, hingga komunitas dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan riset, serta pelestarian lingkungan dan pengembangan solusi berkelanjutan.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk membuka ruang belajar, ruang inovasi, dan ruang berbagi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, transformasi hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara dunia pendidikan, industri, dan pemangku kepentingan lainnya, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan nasional di tengah dinamika global.
Pada bidang pemberdayaan masyarakat, kerja sama dilakukan dengan sejumlah lembaga, di antaranya Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta berbagai entitas dalam grup Pertamina.
Di sektor pelestarian lingkungan dan solusi berkelanjutan, kolaborasi dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Andalas, hingga lembaga internasional seperti International Institute for Sustainable Development (IISD).
Sementara penguatan pendidikan di UPER dilakukan melalui kemitraan dengan institusi seperti BRI Danareksa Sekuritas dan Persatuan Insinyur Indonesia.

Pameran Inovasi Keberlanjutan dan Teknologi AI
Dalam rangkaian kegiatan, Pertamina Foundation juga menghadirkan pameran inovasi keberlanjutan. Salah satunya adalah PFLestari, platform digital pemantauan keanekaragaman hayati berbasis data dan kecerdasan buatan.
Selain itu, diperkenalkan PFseries 2.0 yang menyoroti transformasi digital program sosial, serta inovasi PFsains berupa sistem terpadu pertanian dan energi terbarukan berbasis ekonomi sirkular. Program ini memanfaatkan teknologi pengolahan air hujan menjadi air bersih dan air minum portabel untuk mendukung ketahanan pangan dan energi.
PF juga meluncurkan buku bertajuk “Menyongsong Cahaya: Keunggulan, Kegigihan, dan Kepedulian” yang mengangkat kisah 13 perempuan binaan program PFseries yang memberikan dampak sosial di komunitasnya.

Sinergi Pendidikan dan Transisi Energi
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak dapat dikerjakan sendiri.
Menurutnya, melalui sinergi pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina memastikan transisi energi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan antara ide dan dampak nyata.
Momentum Dies Natalis dan HUT ini, kata dia, menegaskan komitmen UPER dan PF dalam membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
Baca juga :

