Jakarta, SenayanTalks – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pernyataan sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil padahal pasokan energi nasional yang stabil.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa narasi kenaikan harga BBM yang beredar di publik tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan stabil. Produksi dari sektor hulu, termasuk dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bahkan melampaui target APBN. Ini harus menjadi dasar informasi yang benar bagi publik,” ujar Bambang, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII RI dengan Dirjen Migas, Kepala SKK Migas, BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga, (8/4)
Menurut Bambang, pasokan minyak tidak hanya bergantung pada kawasan Selat Hormuz, melainkan juga berasal dari berbagai negara seperti Angola, Nigeria, dan Amerika Serikat. Dengan demikian, kekhawatiran akan terganggunya pasokan dinilai tidak relevan.
Lebih lanjut, DPR menilai wacana kenaikan harga BBM di tengah kondisi harga minyak mentah dunia yang relatif menurun merupakan fenomena yang tidak tepat dan berpotensi merugikan masyarakat kecil.
“Presiden berpihak kepada rakyat kecil. Oleh karena itu, tidak seharusnya ada dorongan-dorongan yang justru membebani masyarakat dengan kenaikan harga BBM,” tegasnya.
DPR juga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam mengungkap berbagai penyimpangan distribusi BBM subsidi. Namun demikian, pihaknya mendorong agar penegakan hukum diperkuat, termasuk memberikan efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan dengan memberberlakukan Undang-undang tindak pidana korupsi.
Selain itu, DPR membuka ruang kerja sama dengan lembaga terkait seperti Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan Pertamina Patra Niaga serta aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan distribusi energi tepat sasaran.
Di akhir pernyataannya, Bambang mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau hoaks terkait kondisi energi nasional.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kepada tokoh-tokoh yang mendorong kenaikan harga BBM tanpa dasar yang jelas, kami minta untuk segera bertaubat dan menghentikan narasi yang menyesatkan publik,” pungkasnya.
Baca juga :



