Fakfak, SenayanTalks — Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 13 menggelar workshop peningkatan kapasitas manajemen kelembagaan, keuangan, dan pemasaran bagi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Fakfak, Minggu (27/9/2026), itu diikuti 44 peserta. Mereka terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha sagu, tokoh agama, kepala kampung, perwakilan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam), perwakilan PKK, serta masyarakat.
Workshop bertajuk “Peningkatan Kapasitas Manajemen Kelembagaan, Keuangan, dan Pemasaran Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage” tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk membahas pengelolaan usaha sekaligus menggali potensi ekonomi lokal.
Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 dipimpin Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. Anggota tim terdiri dari Adista Nurfadillah, Denis Setia Prismayana, Miryam Elizabeth Rambe, Raja Bani Yudanegara Yudapraja, dan Sarach Diba Hidayat. Turut hadir dari Unpad, Dr. Asep Zainal Mutaqin, S.Si., dan Dr. Siti Nurhasanah, S.TP., M.Si.
Pada pembukaan kegiatan, Dr. Taufiq Ampera, M.Hum., yang menyampaikan sambutan mewakili Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unpad, berharap workshop tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola kelembagaan, keuangan, dan pemasaran usaha.
Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak Lud. Masrur Kamudi, S.IP., M.Si., juga mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia mendorong peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha di kawasan transmigrasi.
“Para peserta workshop, khususnya pelaku UMKM, mari mengikuti dengan baik seluruh rangkaian workshop mulai dari awal sampai dengan akhir. Bila ada hal-hal yang perlu ditanyakan, silakan berdiskusi dan bertanya secara tuntas,” kata Lud. Masrur.
Menurut dia, materi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage.
Materi utama workshop disampaikan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D., guru besar bidang manajemen pemasaran.
Sesi tersebut berlangsung secara interaktif. Peserta diajak membahas kondisi usaha yang mereka jalankan, mulai dari proses produksi, persoalan pemasaran, pengelolaan keuangan hingga peluang memperluas pasar produk lokal.
Sagu Jadi Potensi Produk Unggulan
Sagu menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam diskusi. Masyarakat setempat diketahui telah mengolah dan memasarkan produk berbahan sagu.
Dalam workshop, narasumber memperkenalkan pendekatan One District One Product (ODOP) sebagai salah satu kerangka untuk mengembangkan produk unggulan kawasan.
Pendekatan tersebut juga membuka pembahasan mengenai peluang diversifikasi produk olahan sagu agar memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Selain pengembangan produk, peserta mendapatkan materi mengenai pemasaran melalui media sosial dan lokapasar atau marketplace.
Workshop juga membahas pencatatan sederhana keuangan, khususnya uang masuk dan keluar, serta pembagian peran dalam kelompok usaha.
Tim Ekspedisi Patriot Unpad menawarkan pendampingan untuk pembuatan identitas dan materi promosi produk. Pendampingan tersebut mencakup pembuatan logo, brosur, poster, daftar harga, dan foto produk.
Tim juga membuka peluang pengumpulan produk masyarakat untuk dipasarkan di Bandung.
Untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest.
Berdasarkan evaluasi internal Tim Ekspedisi Patriot, perbandingan hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop. Namun, siaran pers tersebut tidak mencantumkan besaran persentase peningkatan.
Sebagai tindak lanjut, Tim Ekspedisi Patriot Unpad merencanakan pendampingan pembuatan produk mie sagu serta konsultasi usaha bagi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage.
Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 sendiri menjalankan kegiatan pendampingan di kawasan tersebut melalui penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pengembangan potensi usaha masyarakat melalui pendampingan, diskusi, dan praktik.
Baca juga :



