Jakarta, SenayanTalks — Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Jelai untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Pulau Nibung.
Pulau Nibung merupakan desa yang berada di Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokus pelaksanaan program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran.
Kolaborasi pelayanan kesehatan primer tersebut dilaksanakan di Gedung Posyandu Teratai, Desa Pulau Nibung. Kegiatan dilakukan secara rutin setiap tanggal 14 setiap bulan.
Sejak program Ekspedisi Patriot berlangsung, pelayanan kesehatan primer telah dilaksanakan dua kali, yakni pada 14 Agustus dan 14 September 2026. Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober dan November 2026.
Pelayanan kesehatan primer tersebut tidak hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi dirancang berdasarkan siklus hidup masyarakat.
PIC Pelayanan Kesehatan Primer TEP Unpad, Farah Najwa, mengatakan kegiatan mencakup bayi, balita, remaja, ibu hamil, kelompok dewasa hingga lansia.
“Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan bagi seluruh kelompok siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, ibu hamil, dewasa, dan lansia,” ujar Farah melalui keterangan persnya, Rabu (7/10).
Selain masyarakat, kader kesehatan Desa Pulau Nibung juga menjadi sasaran kegiatan. Mereka mendapatkan pendampingan agar memiliki keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan primer di tingkat desa.
Pelayanan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu. Bagi balita, pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan serta pemberian imunisasi.
Sementara itu, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran suhu tubuh, tekanan darah dan denyut jantung. Pemeriksaan juga mencakup kadar gula darah, kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida.
Listiana, S.K.M., anggota TEP Unpad yang terlibat dalam pemeriksaan kesehatan, mengatakan kegiatan tidak berhenti pada pemeriksaan medis.
Masyarakat juga mendapatkan informasi dan edukasi mengenai kesehatan, termasuk penjelasan mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk menangani persoalan kesehatan yang ditemukan.

Ibu Hamil dan Balita
Pelayanan kesehatan primer di Pulau Nibung juga memberikan perhatian terhadap ibu hamil dan anak balita. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil diarahkan untuk membantu memantau kondisi ibu dan perkembangan janin melalui pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) secara berkala.
Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap risiko maupun komplikasi kehamilan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan masalah.
Selain pemeriksaan, ibu hamil memperoleh edukasi mengenai gizi, pola hidup sehat serta persiapan fisik dan mental untuk menghadapi persalinan.
Adapun bagi anak dan balita, pelayanan diarahkan pada pemantauan tumbuh kembang dan status gizi. Edukasi mengenai ASI eksklusif juga diberikan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan masalah gizi.
Pemberian imunisasi, vitamin A dan obat cacing secara berkala juga diharapkan dapat meningkatkan perlindungan anak terhadap berbagai penyakit.
Mendukung SDGs
Pelaksanaan pelayanan kesehatan primer di Pulau Nibung menjadi salah satu bentuk kontribusi TEP Unpad bersama Kementerian Transmigrasi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga, yakni memastikan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.
Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai dapat memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, khususnya di kawasan transmigrasi.
Ketua TEP Unpad di Pulau Nibung, Apt. Gofarana Willar, Ph.D. dari Fakultas Farmasi Unpad, berharap kegiatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, angka sehat meningkat dan angka kesakitan menurun,” kata Gofarana.
Menurut Gofarana, pelayanan kesehatan primer yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi titik awal untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Data hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pola penyakit yang berkembang di masyarakat. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Data kesehatan juga berpotensi membantu menentukan kebutuhan obat-obatan di wilayah tersebut.
Dengan mengetahui pola penyakit dan prevalensi penyakit yang ditemukan di masyarakat, pengadaan obat diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata warga.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan kader desa. Dengan demikian, masyarakat memiliki sistem pelayanan kesehatan tingkat lokal yang lebih tangguh dalam menghadapi persoalan kesehatan.

Program pelayanan kesehatan primer di Pulau Nibung diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan Ekspedisi Patriot.
Kegiatan tersebut diarahkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan sedini mungkin ketika mengalami keluhan atau gejala penyakit.
Langkah tersebut dinilai penting karena deteksi dan penanganan lebih awal dapat membantu mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari mandat Ekspedisi Patriot untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Melalui kolaborasi antara TEP Unpad, Puskesmas Jelai, pemerintah daerah, kader kesehatan dan masyarakat, pelayanan kesehatan primer di Pulau Nibung diharapkan dapat berkembang menjadi sistem pelayanan yang berkelanjutan dan berbasis data.
Baca juga :



