Tapanuli Selatan, SenayanTalks — PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mengerahkan tim tanggap darurat dan mendirikan sejumlah posko bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyampaikan duka cita mendalam kepada warga yang menjadi korban maupun yang harus mengungsi akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
“PTAR berbelasungkawa kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kami berharap proses pemulihan berjalan cepat dan aman,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Seiring beredarnya spekulasi penyebab bencana, PTAR menegaskan bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngadol, yang tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu, lokasi beroperasinya Tambang Emas Martabe.
Pemantauan internal perusahaan juga tidak menemukan material kayu atau indikasi lain di DAS Aek Pahu yang berkaitan dengan kejadian banjir di Garoga.
PTAR menyatakan mendukung penuh kajian komprehensif pemerintah dan siap bekerja sama secara transparan dalam proses investigasi.
Bantu warga terdampak
Sejak hari pertama bencana, PTAR mengaktifkan program tanggap darurat melalui berbagai dukungan seperti mendirikan 4 Posko Penanggulangan Bencana yang berada di Batu Hula, Sumuran, Sopo Daganak, dan Kantor Camat.
Seluruh posko ini menampung lebih dari 700 pengungsi dan dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, tenaga juru masak, serta kebutuhan dasar lain. Posko menampung warga dari desa terdampak seperti Garoga, Hutagodang, Batu Horing, dan Huta Raja.
PTAR juga telah menyalurkan logistik kebutuhan pokok berupa makanan siap saji, paket sembako, air mineral, dan bantuan makanan khusus untuk lokasi sulit dijangkau seperti Huta Raja.
Selain itu, telah disalurkan bantuan sandang dan sanitasi seperti pakaian layak pakai, selimut, dan kebutuhan sanitasi diberikan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan pengungsi.
Tenaga medis beserta obat-obatan juga telah ditempatkan di seluruh posko untuk menangani pengungsi yang membutuhkan perawatan.
PTAR bahkan mengerahkan Tim Emergency Response Team (ERT) yang dilengkapi perahu karet untuk membantu evakuasi korban dan penanganan darurat di lapangan.
PTAR juga membuka pusat informasi dan berkoordinasi dengan TNI/Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan. Bahkan dukungan mobilitas diberikan dengan mengerahkan helikopter untuk distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau. Helikopter juga membantu mobilitas teknisi PLN untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik.
Alat berat seperti ekskavator dan backhoe loader ikut diturunkan untuk membuka akses jalan dan jembatan yang tertutup material longsor agar akses transportasi segera pulih dan dapat digunakan. PTAR juga siap menambah posko dan dapur umum jika situasi dan akses memungkinkan.
Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan karyawan, mitra kerja, dan masyarakat menjadi prioritas utama. PTAR akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan kesehatan berjalan efektif.
“PTAR berkomitmen terus memberikan dukungan cepat dan tepat selama proses penanganan bencana. Kami berharap masyarakat dapat segera pulih dan bangkit kembali,” demikian pernyataan perusahaan.
Baca juga :



