Jakarta, SenayanTalks – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku telah melakukan pertemuan intensif selama hampir dua jam dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan krusial ini dilakukan untuk merespons tekanan pasar yang muncul setelah MSCI memberikan sorotan tajam terhadap aspek transparansi di pasar modal Indonesia.
Luhut menegaskan bahwa langkah MSCI tersebut harus dipandang sebagai katalis positif untuk melakukan reformasi besar-besaran, alih-alih dianggap sebagai tanda bahwa fundamental ekonomi nasional sedang bermasalah.
Menurutnya, pemerintah memandang isu yang berkembang saat ini murni bersifat teknis dan berkaitan erat dengan tata kelola (governance), sehingga tidak merepresentasikan kondisi ekonomi makro Indonesia yang sebenarnya tetap kokoh.
Sebagai langkah konkret, lanjut Luhut, pemerintah melalui Dewan Ekonomi Nasional kini tengah mengakselerasi pengembangan Government Technology (GovTech) dan digitalisasi birokrasi secara menyeluruh.
Fokus utama dari reformasi ini adalah pembenahan sistem pengawasan pasar modal melalui digitalisasi total dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Penggunaan teknologi mutakhir ini diharapkan mampu meminimalkan celah manipulasi pasar dan menciptakan ekosistem transaksi yang lebih transparan di masa depan.
Selain aspek teknologi, Luhut juga menyoroti pentingnya regenerasi sumber daya manusia di tubuh otoritas pasar modal. Pemerintah mendorong peran tenaga profesional muda yang dinilai memiliki integritas lebih tinggi dan memiliki standar profesionalisme yang kuat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kepercayaan investor global melalui kepastian hukum dan profesionalisme kerja yang lebih segar di sektor keuangan.
Gandeng Harvard dan World Bank demi Standar Global
Dalam menjalankan misi besar ini, pemerintah Indonesia tidak bergerak sendiri. Kerja sama strategis telah dijalin dengan lembaga internasional ternama seperti World Bank dan Harvard Institute sebagai mitra asistensi untuk menyusun regulasi pengawasan yang lebih ketat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar pasar modal Indonesia sejajar dengan standar pasar global yang sudah mapan.
Seluruh rencana dan usulan reformasi strategis ini pun telah disampaikan langsung oleh Ketua DEN kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan dukungan penuh di tingkat eksekutif. Dengan keterlibatan lembaga pendidikan dan keuangan dunia, Indonesia berkomitmen menciptakan pasar modal yang lebih kredibel, bersih, dan resilien terhadap tantangan global di masa depan.
Baca juga :



