Search
Close this search box.

Budaya Betawi Meriahkan Munggahan dan Milad ke-5 Sanggar Gombel Lenteng Agung

Ratusan Warga Lenteng, Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan menghadiri rowahan, zikir, hingga pentas tari dan silat Betawi. (FOTO: STC)

Jakarta, SenayanTalks – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sanggar Gombel Lenteng Agung menggelar acara munggahan sekaligus peringatan milad ke-5 di lapangan bulutangkis RT 04 RW 03, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini memadukan tradisi spiritual dan pelestarian budaya Betawi yang dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, serta pelaku seni dari berbagai sanggar.

Sebelum acara utama dimulai, anggota sanggar terlebih dahulu melaksanakan tradisi tumpengan dan ziarah ke Makam Kramat Raden Mas Agung Pangeran Zakaria di wilayah Lenteng Agung. Mereka menggelar tahlil, zikir, dan doa bersama, dilanjutkan makan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan menjelang Ramadhan.

Memasuki waktu selepas Salat Maghrib, rangkaian acara diawali dengan kegiatan rowahan, tahlil, zikir, pembacaan maulid, dan doa bersama. Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan dalam menyambut bulan puasa.

Ketua Sanggar Gombel Lenteng Agung, Afwan Shaleh, mengatakan bahwa tradisi munggahan menjadi momentum introspeksi diri sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Munggahan ini menjadi momen introspeksi diri sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Pentas Seni Meriahkan Milad

Setelah rangkaian doa, suasana semakin hangat dengan penampilan hadroh yang membawakan lantunan shalawat. Acara kemudian dipandu oleh MC kondang Bang Muut Lenong yang menghidupkan suasana dengan gaya khas Betawi.

Pertunjukan seni budaya menjadi daya tarik utama dalam perayaan milad ke-5 ini. Anggota sanggar menampilkan Tari Betawi dengan gerakan lincah dan penuh semangat, disusul Tari Topeng Betawi, seni silat, serta pertunjukan Maen Pukul yang memukau penonton dengan kostum warna-warni.

Ketua Pelaksana Taufik Nurfais menyampaikan rasa syukur atas perjalanan lima tahun sanggar dalam melestarikan seni dan bela diri tradisional Betawi. Penasehat sanggar, Nafis, turut menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Apresiasi juga datang dari Ketua RT 04 Mumuh Muhzijat yang menilai keberadaan sanggar telah berkontribusi dalam membangun harmoni masyarakat.

Sementara itu, Ustadz Noor Albar dari DAI TPI menyampaikan tausiyah mengenai makna munggahan sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadhan.

Potong Tumpeng dan Pemutaran Film Dokumenter

Momen simbolis peringatan milad ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pembina Madari bersama Ketua Sanggar Afwan Shaleh. Prosesi ini menjadi penanda perjalanan lima tahun sanggar yang diharapkan terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Acara juga dimeriahkan dengan pemutaran video ucapan dari berbagai tokoh dan sanggar Betawi serta film dokumenter sejarah Perguruan Maen Pukul Gombel Lenteng Agung yang mengisahkan perjalanan perguruan bela diri tradisional tersebut sejak berdiri.

Perayaan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Acara berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dengan penuh kegembiraan.

Milad ke-5 Sanggar Gombel Lenteng Agung tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dan kecintaan terhadap seni budaya Betawi di tengah perkembangan zaman.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya