Jakarta, SenayanTalks – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi XII memberikan apresiasi kepada pemerintah atas keputusan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, BPH Migas, serta Pertamina Patra Niaga, Rabu (8/4/2026).
Anggota Komisi XII dari Fraksi NasDem, Cheroline Chrisye Makalew, mengatakan kebijakan tersebut patut diapresiasi karena banyak negara di Asia justru mengalami kenaikan harga BBM akibat krisis energi global.
“Di sini saya hanya ingin menyampaikan beberpa poin, apresiasi di tengah situasi yang sulit dengan tidak menaikan harga BBM sehingga masyarakat Papua Barat yang merupakan dapil saya sangat terbantu dengan kondisi ini,” kata Caroline.
Hal senada juga disampaikan oleh Dony M. Oekon dari Fraksi PDIP, menurutnya dampak geopolitik tentu berdampak bagi Indonesia, namun, langkah pemerintah untuk tetap mempertahankan harga BBM harus diberikan apresiasi, meski terjadi gejolak harga minyak dunia.
“Dengan situasi hari ini bisa bertahan, kita apresiasi pemerintah harga subsidi masih bertahan hingga harga yang lama,” kata Dony Oekon, Rabu 8 April 2026.
Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Patijaya dan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN juga mengatakan keputusan pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM merupakan keputusan yang tepat.
“Apreasi karena tidak menaikan harga BMM dan berpihak pada masyarakat,” kata Putri Zulhas
Selain itu, menurut Putri, apresiasi juga layak diberikan atas komitmen pemerintah untuk percepat transisi energi terutama konversi kendaraan fosil ke kendaraan listrik karena konsumsi bbm terbesar itu kendaraan bermotor.
Baca juga :



