Search
Close this search box.

ExxonMobil Cepu Limited Tambah Produksi 7.500 BOPD di Sumur Banyu Urip A07, Dukung Lifting Minyak Nasional

Bojonegoro, SenayanTalks – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil meningkatkan produksi minyak Sumur Banyu Urip A07 secara signifikan melalui program perawatan sumur (Well Services) dengan metode Water Shut-Off (WSO).

Keberhasilan ini mendorong lonjakan produksi dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD. Artinya, terjadi penambahan produksi sebesar 7.500 BOPD, jauh melampaui target awal yang hanya 1.000 BOPD.

Tambahan produksi tersebut memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional, mengingat Lapangan Banyu Urip selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia.

Optimalisasi Sumur Eksisting Tanpa Pengeboran Baru

Program WSO dilakukan untuk menghentikan aliran air yang tidak diinginkan dari zona bawah sumur, sehingga produksi minyak dapat lebih optimal. Metode yang digunakan meliputi pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing.

Pendekatan teknologi ini dinilai efektif karena mampu mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu pengeboran baru. Dengan demikian, tambahan produksi bisa diperoleh lebih cepat dan lebih hemat biaya.

Seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline. Strategi ini membuat pelaksanaan menjadi lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.

Realisasi anggaran tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui, mencerminkan pengelolaan program yang efektif dan efisien.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Ini adalah bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.

Djoko menambahkan, praktik efisiensi dalam program ini perlu direplikasi di lapangan lain untuk mempercepat pencapaian target lifting nasional.

“Selain meningkatkan produksi, kegiatan ini juga menunjukkan efisiensi biaya dan waktu. Praktik baik seperti ini perlu diterapkan di lapangan lain untuk memperkuat ketersediaan energi nasional,” tambahnya.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Keberhasilan Well Services Sumur Banyu Urip A07 menegaskan bahwa strategi optimalisasi sumur eksisting merupakan langkah konkret dan cost-effective dalam menjaga momentum peningkatan lifting minyak nasional.

Dengan inovasi teknologi yang tepat, sektor hulu migas dinilai mampu menghadirkan tambahan produksi secara berkelanjutan tanpa harus selalu bergantung pada pengeboran sumur baru.

Capaian ini sekaligus memperkuat peran Lapangan Banyu Urip sebagai kontributor utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan energi Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya