Jakarta, SenayanTalks — Di tengah keterbatasan akibat pandemi 2020, saat banyak usaha gulung tikar, pasangan muda asal Bandung Febhy Anjani Poetri dan Bagus Imran Saptadji Handoko justru menorehkan kisah inspiratif. Melalui kerja keras dan kreativitas, mereka berhasil membangun Faforbea Official Shop, brand fesyen perempuan yang kini berkembang pesat di platform e-commerce Shopee dengan ribuan pelanggan loyal dan penjualan yang menembus ribuan produk setiap bulan.
Berawal dari ide sederhana membuat masker kain di masa pandemi, Febhy yang baru lulus dari jurusan Agribisnis bertekad membangun bisnis mandiri. Dengan dukungan sang suami, mereka melahirkan Faforbea, nama yang terinspirasi dari bahasa Latin yang berarti “keluarga yang bangkit dari keterpurukan.” Filosofi ini menjadi semangat utama mereka dalam menjalankan usaha.
“Semua ini berawal dari selembar kain masker. Dari situ saya belajar memahami pasar, melayani pelanggan, dan mengelola usaha secara digital lewat Shopee. Saat masker tak lagi dibutuhkan, saya beralih ke dunia fesyen perempuan karena melihat peluang besar,” ujar Febhy Anjani Poetri, Founder Faforbea.
Kini, Faforbea dikenal dengan koleksi pakaian simple, basic, dan timeless yang menyasar anak muda serta pekerja kantoran berusia 22–30 tahun. Produk andalannya, kemeja Gaudi, telah terjual lebih dari 30.000 pieces di Shopee sejak pertama kali diluncurkan.

Tumbuh di pasar digital
Sejak awal berdiri, Febhy memilih menjual produk Faforbea secara eksklusif di Shopee, memanfaatkan berbagai fitur seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Ads, dan Shopee Affiliate Program. Strategi ini menjadi titik balik bisnisnya.
“Sejak 2022 kami konsisten melakukan Shopee Live setiap hari dari pukul 08.00–22.00 WIB. Fitur ini menyumbang lebih dari 30% penjualan bulanan, dengan peningkatan omzet hingga lima kali lipat setiap tahunnya,” jelas Febhy.
Hanya dalam satu tahun, Faforbea berhasil mendirikan konveksi rumahan di Soreang, Bandung. Kini, mereka mempekerjakan 25 karyawan lokal, bekerja sama dengan pengrajin sekitar, dan menggunakan bahan baku dari pemasok dalam negeri. Dari hanya 10 desain awal, kini Faforbea telah memiliki lebih dari 100 koleksi pakaian.
Kesuksesan Faforbea tak lepas dari perjuangan dan pengorbanan. Febhy dan suami pernah melewati masa sulit tanpa mengambil gaji demi memutar modal usaha. Kini, hasil kerja keras mereka berbuah manis: mampu membeli mobil, menabung emas, hingga bersiap menunaikan ibadah umrah.
“Kami percaya masa depan UMKM ada di digital. Shopee membuka peluang besar bagi pelaku usaha seperti kami untuk tumbuh dan dikenal luas,” tutur Febhy.
Tahun 2025 menjadi momentum baru bagi Faforbea dengan rencana peluncuran koleksi eksklusif yang sepenuhnya dirancang oleh tim internal. Brand lokal ini membuktikan bahwa dengan konsistensi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM Indonesia mampu bangkit dan bersaing di pasar nasional bahkan global.
Baca juga :



