Search
Close this search box.

Finetrus, UMKM Lokal yang Tumbuh Pesat Lewat Ekosistem Shopee

Jakarta, SenayanTalks – Memasuki awal tahun 2026, perhatian masyarakat terhadap kualitas istirahat kian meningkat seiring kembalinya aktivitas padat setelah libur panjang. Tren ini turut mendorong pertumbuhan usaha perlengkapan rumah, termasuk produk bedding yang mengutamakan kenyamanan dan estetika ruang tidur.

Salah satu pelaku usaha yang menangkap peluang tersebut adalah Finetrus, UMKM perlengkapan tidur lokal yang didirikan Sandi Purnama pada usia 23 tahun. Melalui Finetrus, Sandi menghadirkan berbagai produk bedding berkualitas untuk menunjang kualitas tidur sekaligus mempercantik kamar tidur, dengan dukungan ekosistem digital Shopee.

“Finetrus lahir dari keinginan sederhana saya untuk menghadirkan sprei yang nyaman digunakan dan mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya interior. Bergabung dengan Shopee membuka banyak peluang bagi kami untuk terus bertumbuh,” ujar Sandi Purnama, Founder Finetrus.

Dari Usaha Rumahan hingga Jadi UMKM Favorit

Perjalanan Finetrus dimulai dari aktivitas sederhana saat Sandi masih berkuliah. Ia memasarkan sprei dan sarung bantal secara langsung kepada teman-teman terdekat, kemudian berjualan di pasar kaget di sekitar tempat tinggalnya. Dari pengalaman tersebut, Sandi memahami kebutuhan konsumen, mulai dari karakter bahan, pilihan warna, hingga standar kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.

Finetrus resmi berdiri pada 2019 dengan visi menghadirkan produk bedding yang relevan dan berkelanjutan. Nama Finetrus sendiri terinspirasi dari kata “Fine” yang bermakna baik dan “Terus” yang mencerminkan keberlanjutan. Produk Finetrus menyasar konsumen usia 25–35 tahun, khususnya keluarga muda yang memperhatikan kenyamanan sekaligus estetika kamar tidur.

Komitmen terhadap kualitas diwujudkan melalui penggunaan material pilihan seperti microtex, micro tencel, dan katun, yang diproses dengan pengawasan mutu ketat mulai dari pemilihan bahan hingga pengemasan.

Titik Balik Pertumbuhan Finetrus

Finetrus mulai bergabung dengan Shopee pada 2019 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap belanja online. Shopee dipilih sebagai kanal utama penjualan digital karena jangkauannya yang luas dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi. Keputusan ini menjadi titik balik penting, terutama setelah Finetrus resmi bergabung sebagai penjual di Shopee Mall.

Seiring meningkatnya permintaan, Finetrus memperluas kapasitas produksi, menambah stok, memperkuat kerja sama dengan vendor, mempercepat pengiriman, hingga membangun fasilitas produksi sendiri. Penambahan tenaga kerja juga dilakukan untuk menjaga efisiensi operasional.

“Sejak bergabung dengan Shopee, penjualan kami lebih stabil dan jangkauan pelanggan meluas ke berbagai daerah. Berbagai fitur dan kampanye Shopee sangat membantu pertumbuhan bisnis kami,” kata Sandi.

Ia menyebutkan, pemanfaatan Shopee Live, Shopee Video, dan Shopee Affiliate Program berkontribusi signifikan terhadap peningkatan penjualan. Pada puncak kampanye Shopee 12.12 Birthday Sale, pesanan Finetrus tercatat meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Untuk produk bedding, kenyamanan tidak bisa dijelaskan hanya lewat foto. Melalui Shopee Live, pelanggan bisa melihat langsung tekstur bahan dan bertanya secara real time. Fitur ini menjadi tulang punggung pemasaran kami,” tambahnya.

Hadirkan Inovasi Kamar Tidur

Memasuki 2026, Finetrus merespons tren back from holiday dengan menghadirkan berbagai inovasi produk, mulai dari sprei anti-geser, bedcover dua warna (two-tone), hingga koleksi premium berbahan impor yang menggabungkan fungsi dan estetika.

Ke depan, Finetrus juga berencana memperluas pasar ke segmen business-to-business (B2B), seperti hotel dan apartemen. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama Shopee, Finetrus optimistis dapat terus menghadirkan produk lokal berkualitas yang relevan dengan gaya hidup konsumen modern.

“Bagi kami, Shopee bukan sekadar platform penjualan, tetapi mitra untuk bertumbuh. Kami berharap perjalanan Finetrus bisa menginspirasi pelaku UMKM lain untuk berani beradaptasi dan berkembang di era digital,” tutup Sandi.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya