Search
Close this search box.

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat B737-500 untuk Manasik Haji di Aceh

Keberadaan pesawat PK-GGD di Asrama Haji Aceh dirancang sebagai sarana simulasi manasik haji yang komprehensif. (FOTO: Garuda Indonesia)

Banda Aceh, SenayanTalks – Hubungan historis antara masyarakat Aceh dan maskapai nasional Garuda Indonesia kembali diperkuat melalui langkah nyata. Garuda Indonesia Group secara resmi menyerahkan mock-up pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-GGD kepada Kementerian Haji dan Umrah RI untuk ditempatkan di Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (15/2/2026).

Penyerahan fasilitas ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.

Hadirnya pesawat PK-GGD di Asrama Haji Aceh bukan sekadar pajangan. Fasilitas ini dirancang sebagai sarana simulasi manasik haji yang komprehensif. Calon jemaah akan diajak merasakan pengalaman terbang yang nyata, mulai dari proses boarding, pengenalan kabin, penggunaan fasilitas pesawat, hingga simulasi saat mendarat (disembark).

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa fasilitas ini akan membantu kesiapan mental dan teknis jemaah.

“Pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran agar jemaah lebih siap sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ungkapnya.

Sejarah Seulawah RI-001

Pemilihan Aceh sebagai lokasi penempatan pesawat ini bukan tanpa alasan. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebutkan adanya ikatan emosional dan historis yang sangat dalam. Aceh adalah daerah yang menyumbangkan pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia.

Pesawat PK-GGD yang dihibahkan pun memiliki rekam jejak yang mengesankan. Memulai operasional pada tahun 1997, pesawat ini telah mencatatkan lebih dari 30 ribu jam terbang. Setelah mengabdi hampir dua dekade, pesawat ini sempat dioptimalkan oleh Citilink pada 2015 sebelum akhirnya kini bertugas sebagai sarana edukasi bagi umat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem haji adalah agenda strategis nasional. Presiden mengarahkan agar penyelenggaraan ibadah haji dan umrah terus bertransformasi menjadi lebih profesional dan terintegrasi.

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ujar Rachmat.

Ia menambahkan bahwa revitalisasi asrama haji ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi menjadi pusat layanan terpadu mulai dari pembinaan hingga pemeriksaan kesehatan.

Dukungan Sosial dan Spiritual untuk Aceh

Selain menyerahkan pesawat, Garuda Indonesia juga memberikan dukungan spiritual berupa 1.000 Al-Qur’an berbahan daur ulang untuk Asrama Haji Aceh. Tak berhenti di situ, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Garuda juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk SMAN 2 Meureudu, Pidie Jaya. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan sekolah, seragam, hingga renovasi fasilitas pendidikan pascabencana.

Langkah ini menegaskan peran Garuda Indonesia yang tidak hanya sebagai maskapai penerbangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Aceh.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya