Search
Close this search box.

Garuda Indonesia Terima Suntikan Modal dari Danantara Rp23,67 Triliun

Jakarta, SenayanTalks — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat fondasi keuangan dan transformasi bisnisnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu (12/11), para pemegang saham menyetujui penyertaan modal sebesar Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) – DAM.

Penyertaan modal ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), yang terdiri dari setoran modal tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham Rp6,65 triliun.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam penyehatan keuangan dan transformasi Garuda Indonesia Group, sekaligus memperkuat posisinya sebagai maskapai pembawa bendera (flag carrier) nasional yang berdaya saing global.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menjelaskan bahwa penyertaan modal ini menjadi tonggak penting bagi pemulihan kinerja perusahaan.

“Dukungan dari DAM sebagai representasi Pemerintah menunjukkan kepercayaan terhadap arah strategis kami. Dengan permodalan yang lebih kuat, kami dapat memperkokoh keandalan operasional, meningkatkan kesiapan armada, dan menghadirkan layanan penerbangan yang modern serta andal bagi masyarakat,” ujar Glenny.

Dana investasi ini juga diharapkan mendorong ekuitas perusahaan kembali positif dan mempercepat pelaksanaan agenda transformasi Garuda Indonesia dan Citilink.

Dari total Rp23,67 triliun, sekitar Rp8,7 triliun (37%) akan digunakan untuk modal kerja Garuda Indonesia, termasuk pemeliharaan dan perawatan pesawat.

Sementara Rp14,9 triliun (63%) akan dialokasikan untuk operasional Citilink, terdiri dari Rp11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina untuk periode 2019–2021.

Penerbitan saham baru

Sebagai bagian dari realisasi penyertaan modal, Garuda Indonesia menerbitkan 315,61 miliar lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp75 per saham. Langkah ini dilakukan guna menjaga keberlanjutan pencatatan saham Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menegaskan bahwa momentum ini menjadi awal baru bagi Garuda untuk mempercepat transformasi di seluruh lini bisnis.

“Dengan dukungan permodalan yang solid, kami fokus pada tata kelola operasional yang lebih efektif, optimalisasi jaringan penerbangan, dan peningkatan kualitas layanan berbasis pengalaman pelanggan,” ujar Thomas.

Thomas juga menambahkan, Garuda Indonesia kini memperkuat dua pilar utama bisnisnya — Garuda Indonesia dan Citilink — agar menjadi satu ekosistem penerbangan nasional yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Glenny menegaskan bahwa proses pemulihan industri penerbangan memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan strategi jangka panjang.

“Kami meyakini setiap langkah harus mempertimbangkan keseimbangan antara pemulihan jangka pendek dan daya tahan bisnis jangka panjang. Dengan fondasi keuangan yang lebih sehat, Garuda Indonesia siap melangkah ke fase pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Glenny.

Dengan struktur keuangan yang semakin kuat dan dukungan pemerintah melalui DAM, Garuda Indonesia optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai maskapai nasional unggulan, menghadirkan konektivitas udara yang luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya