Search
Close this search box.

GeoDipa Catat Kinerja Positif 2025, Pendapatan Tembus Rp1,07 Triliun

Direksi GeoDipa menyampaikan kinerja perusahaan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja 2025 dan Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (FOTO: GeoDipa)

Jakarta, SenayanTalks — PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan panas bumi milik negara ini memproyeksikan pendapatan sebesar Rp1,074 triliun, didukung kinerja operasional dua pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Dieng dan Patuha yang masing-masing berkapasitas 55 megawatt (MW).

Capaian tersebut disampaikan jajaran direksi GeoDipa dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja 2025 dan Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum GeoDipa Hanif Osman menjelaskan, kedua PLTP tersebut diproyeksikan menghasilkan total produksi listrik sebesar 759 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025.

“Pendapatan perusahaan disokong oleh kinerja operasional PLTP Dieng dan Patuha yang terus terjaga keandalannya,” ujar Hanif.

Selain kinerja finansial, GeoDipa juga mencatat kontribusi signifikan bagi negara. Pada 2025, perusahaan memproyeksikan Setoran Bagian Pemerintah (SBP) sebesar Rp123 miliar, atau 101 persen dari target yang ditetapkan. GeoDipa juga diproyeksikan menyetorkan dividen sebesar Rp27,43 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp26,9 miliar.

Di sisi keberlanjutan, Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa Supriadinata Marza menyampaikan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan kinerja environmental, social, and governance (ESG). GeoDipa meraih Rating ESG sebesar 63 dari S&P Global, serta memperoleh rating C untuk Climate Change dan Water Security dari lembaga pemeringkat internasional Carbon Disclosure Project (CDP).

“Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Supriadinata.

Pada penilaian PROPER 2024, kedua unit operasi GeoDipa juga berhasil meraih PROPER Hijau, yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi terhadap regulasi lingkungan dan penerapan inovasi ramah lingkungan.

Dari sisi pengembangan, GeoDipa telah memulai tahap Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk PLTP Patuha Unit 2 dan PLTP Dieng Unit 2, masing-masing berkapasitas 55 MW. Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Dalam aspek tata kelola, GeoDipa berhasil mempertahankan peringkat kredit nasional jangka panjang “AAA” dari Fitch Ratings selama empat tahun berturut-turut sejak 2022. Fitch menilai GeoDipa memiliki kapabilitas sangat baik dalam mengelola dan memenuhi kewajiban jangka panjang, ditopang oleh rekam jejak operasional, margin yang stabil, serta visibilitas pendapatan jangka panjang.

Menutup tahun 2025, GeoDipa juga meraih Annual Report Award (ARA) 2024, sebagai pengakuan atas kualitas laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan.

Selain itu, GeoDipa memperkuat tata kelola melalui sertifikasi 9 Standar Sistem Manajemen, di antaranya ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 37001, ISO 55001, ISO 22301, ISO 27001, ISO 37301, serta SMK3. Sertifikasi tersebut diserahkan oleh PT Sucofindo sebagai lembaga sertifikasi independen.

“Standar sistem manajemen ini menjadi fondasi penting untuk memastikan komitmen keberlanjutan dijalankan secara konsisten, terukur, dan berdampak nyata,” ujar Supriadinata.

Dengan capaian tersebut, GeoDipa optimistis dapat melanjutkan tren positif pada 2026, seiring penguatan kinerja operasional, keuangan, dan kontribusi terhadap transisi energi nasional berbasis energi panas bumi.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya