Jakarta, SenayanTalks — Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (API-IMA) mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga iklim investasi di sektor pertambangan mineral dan batu bara. Seruan ini disampaikan menyusul kontribusi signifikan sektor pertambangan terhadap penerimaan negara yang pada 2025 mencapai Rp138,37 triliun, melampaui target Rp127,44 triliun.
Ketua Umum API-IMA, Rachmat Makkasau, mengatakan keberlanjutan investasi pertambangan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri. Menurut dia, kepastian hukum dan penilaian yang adil menjadi kunci menjaga kepercayaan investor di sektor ini.
Dalam konteks tersebut, Rachmat menyinggung pentingnya evaluasi yang objektif terhadap PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara. Ia menilai perusahaan tersebut sejauh ini telah menjalankan operasional sesuai ketentuan dan menerapkan tata kelola lingkungan yang baik.
“Perusahaan yang beroperasi dengan baik, mengedepankan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), serta mematuhi seluruh peraturan, termasuk pengelolaan lingkungan hidup, tentu harus dinilai secara adil,” ujar Rachmat, Rabu (28/1/2026).
Rachmat menambahkan, PT Agincourt Resources telah memperoleh peringkat Proper Hijau sebagai indikator kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu, ia meyakini pemerintah akan melakukan evaluasi secara mendalam sebelum mengambil keputusan terkait izin usaha pertambangan perusahaan tersebut.
Menurut Rachmat, kepastian berusaha bagi perusahaan yang patuh terhadap regulasi penting untuk menjaga iklim investasi pertambangan tetap kondusif, sekaligus memastikan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa penerapan prinsip good mining practice (GMP) dan ESG merupakan syarat utama bagi perusahaan yang tergabung sebagai anggota API-IMA. Prinsip tersebut, kata dia, harus tercermin dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan tambang.
Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan tambang untuk lebih aktif mengomunikasikan praktik-praktik pertambangan yang baik kepada publik. Hal itu disampaikan Rachmat dalam kegiatan Indonesia Weekend Miner 2026 yang digelar pada 24 Januari lalu.
“Sudah banyak perusahaan yang menjalankan operasional sesuai prinsip GMP dan ESG. Kami mendorong anggota API-IMA untuk terus mengampanyekan praktik-praktik positif tersebut agar pandangan masyarakat terhadap industri pertambangan menjadi lebih seimbang,” kata Rachmat.
Baca juga :



