Jakarta, SenayanTalks — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memasuki babak baru pemulihan bisnis. Dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar Selasa (2/12), manajemen WSBP duduk bersama para pemegang obligasi untuk membahas masa depan perusahaan—sebuah momen penting pascarestrukturisasi yang menjadi titik balik perjalanan perseroan.
Di forum itu, WSBP memaparkan kondisi terkini, strategi pemulihan, hingga alasan mengapa perseroan membutuhkan ruang tambahan berupa waiver covenant keuangan. Permintaan tersebut akhirnya disetujui secara mayoritas oleh pemegang obligasi.
Langkah ini membuat WSBP punya ruang bernapas untuk memulihkan diri, sekaligus memperkuat kembali bisnisnya yang mulai bergerak menuju fase stabil.
Dalam presentasinya, manajemen menjelaskan bahwa WSBP kini fokus pada proyek-proyek yang benar-benar berkualitas, inovasi produk beton precast—dan readymix—hingga perbaikan layanan konstruksi di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, proses pemulihan juga dilakukan dari dalam, mulai dari perampingan organisasi, digitalisasi proses bisnis, hingga penjualan aset nonproduktif.
Tujuannya jelas: menciptakan WSBP yang lebih adaptif, kompetitif, dan siap tumbuh kembali.
“RUPO adalah forum penting untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami langkah pemulihan yang sedang berjalan,” kata Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.
Pemegang obligasi beri lampu hijau
Dalam rapat tersebut, para pemegang obligasi menyetujui pengecualian atas tiga rasio keuangan—Current Ratio, DER, dan DSC—untuk laporan keuangan 2025 dan 2026. Keputusan itu memberikan stabilitas tambahan bagi WSBP untuk fokus menjalankan transformasi bisnis.
Manajemen menjelaskan bahwa langkah ini diperlukan agar strategi pemulihan dapat berjalan optimal tanpa dibebani persyaratan finansial yang sulit dipenuhi selama proses restrukturisasi masih berlangsung.
WSBP juga menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan (GCG), memperbaiki pengelolaan risiko, serta memastikan setiap proyek yang diambil memiliki skema pendanaan yang sehat.
Pascarestrukturisasi, perseroan telah melakukan konsolidasi keuangan secara ketat, mulai dari pengelolaan piutang hingga pencatatan Obligasi Wajib Konversi sesuai aturan.
Semua itu dilakukan agar WSBP benar-benar siap melangkah ke fase berikutnya: pertumbuhan yang berkelanjutan.
Melalui RUPO 2025, WSBP dan pemegang obligasi menunjukkan bahwa mereka memiliki visi yang sama: memperkuat fondasi perusahaan demi keberlanjutan jangka panjang.
Langkah-langkah perbaikan mulai dari efisiensi organisasi, inovasi produk, hingga penguatan struktur bisnis menjadi pondasi yang dipersiapkan untuk memastikan WSBP kembali stabil dan mampu tumbuh di masa mendatang.
Baca juga :
