Jakarta, SenayanTalks – Puluhan orang tua siswa dari SMK IDN Bogor mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memperjuangkan hak pendidikan lebih dari 500 siswa yang terdampak pembatalan izin operasional sekolah tersebut.
Sekitar 30 perwakilan wali murid mengikuti audiensi dan mediasi yang berlangsung di kantor KPAI di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Mereka meminta negara memberikan solusi atas ketidakpastian masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Permasalahan ini muncul setelah terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang membatalkan izin operasional sekolah tersebut. Keputusan itu dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat.
Para orang tua menilai keputusan tersebut berdampak serius terhadap keberlanjutan pendidikan para siswa, terutama karena terjadi di masa penting dalam proses belajar mereka.
Sebagian siswa saat ini tengah mempersiapkan ujian sekolah serta mengikuti proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Salah satu perwakilan wali murid, Siti Malahayati, mengatakan para orang tua berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Anak-anak kami sedang berjuang menyiapkan masa depan. Tiba-tiba sekolah mereka dihentikan operasionalnya. Kami meminta solusi yang adil agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujarnya.

Masa Depan Anak Terancam
Dalam sesi mediasi tersebut, para orang tua juga menyampaikan bahwa keputusan pembatalan izin tidak hanya berdampak secara administratif, tetapi juga memunculkan tekanan psikologis bagi para siswa.
Menurut mereka, ratusan siswa yang selama ini bersekolah dan meraih prestasi kini menghadapi ketidakpastian terkait kelanjutan pendidikan mereka.
Para wali murid menegaskan bahwa sekolah tersebut bukan sekadar bangunan pendidikan, tetapi juga ruang belajar yang telah melahirkan berbagai prestasi.
Sekolah tersebut diketahui memiliki akreditasi A dan dikenal menghasilkan sejumlah prestasi di tingkat internasional, khususnya di bidang teknologi dan digital.
Spanduk Aspirasi Orang Tua
Dalam audiensi di kantor KPAI, para orang tua juga membawa sejumlah spanduk yang berisi pesan terkait kekhawatiran mereka terhadap masa depan anak-anak.
Beberapa tulisan yang dibawa antara lain: “Prestasi Internasional, Kebijakan Anda Irrasional”, “Mendunia Masa Depan, Malah Terancam”, dan “Tinta pada SK Bapak, Menghapus Masa Depan Kami.”
Para orang tua menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk berkonfrontasi dengan pemerintah daerah.
Sebaliknya, mereka berharap ada solusi yang adil dan proporsional agar ratusan siswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan mereka secara normal.
“Pendidikan adalah investasi bangsa. Jangan sampai masa depan anak-anak terhenti hanya karena persoalan administratif,” kata salah satu perwakilan orang tua.
Melalui audiensi tersebut, para orang tua berharap Komisi Perlindungan Anak Indonesia dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.
Mereka juga berharap KPAI dapat mendorong solusi yang menjamin hak pendidikan lebih dari 500 siswa di SMK IDN Bogor agar tetap terlindungi.
Baca juga :



