Makassar, SenayanTalks – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi bagian selatan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Perusahaan menyatakan pasokan listrik berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang dinilai cukup untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat berada dalam kondisi stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan ke Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada pertengahan Maret 2026.
“Kapasitas listrik dan kebutuhan listrik cukup untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” kata Mahmud.
Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menyebutkan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari melalui asesmen menyeluruh pada sektor pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Langkah tersebut, menurut dia, bertujuan menjaga keandalan sistem di tengah meningkatnya konsumsi listrik selama periode hari besar keagamaan.
PLN mencatat daya mampu pasok pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan mencapai 2.285 megawatt (MW), sementara beban puncak diperkirakan sebesar 1.718 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 567 MW.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Edyansyah, menilai cadangan tersebut cukup untuk menjaga stabilitas pasokan listrik selama masa siaga.
Namun demikian, PLN tetap menyiagakan berbagai sumber daya untuk mengantisipasi potensi gangguan. Perusahaan mengoperasikan 102 posko siaga dan mengerahkan 4.972 personel di sektor distribusi dan transmisi.
Selain itu, sejumlah peralatan pendukung seperti genset, uninterruptible power supply (UPS), gardu bergerak, hingga tim khusus pekerjaan dalam keadaan bertegangan turut disiapkan.
Di sisi lain, PLN juga mulai mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dengan menyediakan infrastruktur kendaraan listrik. Sebanyak 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disiapkan di 53 lokasi di wilayah Sulawesi bagian selatan.
Langkah ini menunjukkan bahwa kesiapan kelistrikan tidak hanya difokuskan pada pasokan energi, tetapi juga pada dukungan terhadap tren penggunaan kendaraan listrik yang kian berkembang di Indonesia.
PLN menyatakan komitmennya untuk menjaga keandalan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di sektor rumah tangga, transportasi, dan layanan publik.
Baca juga :



