Tangerang Selatan, SenayanTalks — Tim dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan melatih kader Posyandu Peruri, Pisangan, Ciputat Timur, untuk mendeteksi dini penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil.
Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Buku Saku Kader Posyandu Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil, sekaligus mendorong pembentukan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di wilayah Posyandu.
Ketua tim pelaksana, drg. Mutiara Rina Rahmawati Ruslan, MPH, menjelaskan bahwa masa kehamilan merupakan periode rentan terhadap masalah gigi dan mulut. Perubahan hormon serta gejala mual muntah (morning sickness) dapat meningkatkan keasaman rongga mulut yang berisiko menimbulkan karang gigi, radang gusi, dan kerusakan gigi.
“Masalah gigi dan mulut pada ibu hamil tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tapi juga dapat memicu risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan rendah (BBLR),” ujar drg. Mutiara.
Karena itu, diperlukan upaya terpadu antara tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk melakukan deteksi dini dan edukasi berkelanjutan agar risiko tersebut dapat diminimalkan.

Pelatihan kader posyandu
Program PKM ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Tim dosen FKG terdiri dari drg. Sarah Mersil, Sp.PM, drg. Lukas Kusparmanto, MARS, dan Dr. Yufitri Mayasari, drg., M.Kes, serta dibantu mahasiswa MBKM seperti Muhamad Agung Nugroho dan Anindya Syafara Mulyanto.
Kegiatan dilakukan dalam lima tahap: sosialisasi, pelatihan kader, penerapan teknologi buku saku dan kartu pemeriksaan gigi mulut, pendampingan, dan monitoring berkelanjutan.
Para kader dibekali Buku Saku Kader Gigi dan Mulut Ibu Hamil yang berisi panduan masalah umum rongga mulut selama kehamilan, penyebab, dan cara mengatasinya. Mereka juga dilatih menggunakan Kartu Pemeriksaan Gigi Mulut untuk mencatat hasil pemeriksaan visual terhadap ibu hamil.
Sebanyak 10 kader Posyandu Peruri mengikuti pelatihan yang dimulai dengan pre-test, edukasi melalui poster “KEMBANGI (Kenali Masalah Ibu Hamil pada Gigi dan Gusi)”, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, hingga post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan.
Kader juga melakukan praktik pemeriksaan antar peserta menggunakan buku saku dan kartu pemeriksaan. Peserta yang lulus pelatihan diberi pin “Kader Kesehatan Gigi dan Mulut” sebagai tanda pengakuan kompetensi baru mereka.
Menurut drg. Mutiara, kegiatan ini menjadi pilot project pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut di tingkat Posyandu. Ke depannya, kader Posyandu Peruri diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan praktik deteksi dini ke posyandu lain di wilayah Kelurahan Pisangan dan sekitarnya.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pencegahan penyakit gigi dan mulut sejak masa kehamilan, agar kesehatan ibu dan bayi dapat lebih terjaga,” ungkap drg. Mutiara.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya perawatan gigi dan mulut selama kehamilan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak.

Baca juga :

