Search
Close this search box.

Kilang Pertamina-Pertachem Sepakat Perpanjang Kontrak Jual Beli Petrokimia

Jakarta, SenayanTalks — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat bisnis petrokimia sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda hilirisasi industri dan perekonomian nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan perpanjangan kerja sama jual beli produk petrokimia antara KPI dan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).

Penandatanganan perpanjangan kerja sama ini berlangsung di Jakarta pada Jumat (19/12/2025) dan dihadiri jajaran direksi kedua perusahaan. Kerja sama ini telah terjalin sejak 2021 dan kini memasuki fase penguatan serta perluasan.

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Pertamina Group dalam mendorong hilirisasi industri petrokimia nasional.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional dan mendukung agenda hilirisasi yang digalakkan pemerintah,” ujar Erwin dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Menurut Erwin, kolaborasi KPI dan Pertachem tidak hanya memperkuat ekosistem bisnis internal Pertamina, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Produk petrokimia yang dipasarkan KPI akan diolah kembali oleh sektor industri menjadi berbagai produk turunan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Proses hilirisasi tersebut, lanjut Erwin, menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri nasional, hingga pengurangan ketergantungan impor.

“Rantai hilirisasi ini tidak berhenti di Pertamina, tetapi memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas,” jelasnya.

Dalam perpanjangan kerja sama ini, KPI dan Pertachem menandatangani tiga perjanjian utama, yakni perpanjangan perjanjian jual beli produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta perjanjian baru untuk penjualan produk special chemical.

Erwin menilai industri petrokimia memiliki prospek besar di Indonesia, seiring perannya yang strategis dalam menopang sektor hulu migas dan industri manufaktur nasional. Dengan fondasi tersebut, sinergi KPI dan Pertachem diharapkan menjadi motor penggerak industri petrokimia nasional.

“Sinergi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci agar produk terserap optimal oleh mitra industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi petrokimia sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan transformasi ekonomi dan penguatan industri sebagai pilar utama pembangunan nasional.

“Industri yang kuat akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Produk kilang dan turunannya menjadi salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Erwin.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya