Search
Close this search box.

Lima Jurnalis Raih Penghargaan Jurnalistik Ekonomi Syariah dari Bank Indonesia

Praktisi Ekonomi dan Keuangan Syariah yang juga Ketua Dewan Juri Karya Jurnalistik Ekonomi Syariah, Erwin Dariyanto, berharap makin banyak jurnalis untuk aktif mengangkat isu-isu ekonomi syariah secara lebih mendalam dan berkelanjutan. (FOTO: Forjukafi)

Jakarta, SenayanTalks — Lima jurnalis dari berbagai media nasional berhasil meraih penghargaan karya jurnalistik terbaik dalam Lomba Karya Jurnalistik Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI). Mereka terpilih setelah menyisihkan 105 artikel yang dikirimkan peserta dari puluhan media cetak, online, dan televisi.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah, hasil kolaborasi DEKS BI dan Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi). ToT yang berlangsung pada 14–15 November 2025 di Jakarta itu diikuti 40 jurnalis dari berbagai media nasional.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendalaman materi dari pejabat Bank Indonesia dan para pakar ekonomi syariah. Narasumber di antaranya Imam Hartono, Direktur Eksekutif Kepala DEKS BI; Rosy Wediawaty, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN; serta jurnalis dan praktisi ekonomi syariah Erwin Dariyanto.

Setelah mengikuti ToT, seluruh peserta diminta membuat artikel bertema ekonomi dan keuangan syariah. Ketua Dewan Juri, Erwin Dariyanto, mengatakan panitia menerima 110 artikel, namun hanya 105 karya yang memenuhi syarat dan dinilai.

“Kami dewan juri sampai harus meminta perpanjangan waktu penilaian, karena memang karya peserta ToT bagus-bagus semua,” ujar Erwin, Rabu (10/12).

Dewan juri melakukan penilaian dengan lima indikator utama: pemilihan angle dan judul, kesesuaian judul dengan tema pelatihan, kesesuaian isi berita, orisinalitas karya, serta penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah PUEBI.

Dari proses seleksi panjang tersebut, dipilih lima karya terbaik yang dinilai paling unggul secara substansi, teknik penulisan, dan kedalaman analisis.

Kelima pemenang akan menerima apresiasi resmi dari Bank Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam meningkatkan literasi publik terkait ekonomi syariah.

Penghargaan ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem pemberitaan ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan sektor syariah di Indonesia.

Erwin berharap kompetisi ini mendorong lebih banyak jurnalis untuk aktif mengangkat isu-isu ekonomi syariah secara lebih mendalam dan berkelanjutan.

“Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi teman-teman jurnalis untuk terus menggiatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Berikut lima jurnalis yang berhasil meraih penghargaan:

  1. Achmad Zulfikar Fazli – MetroTVNews.com dengan judul berita “Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Inklusi Keuangan: Peluang, Tantangan dan Arah Kebijakan”.
  2. Feby Novalius – OkezoneTV dengan judul berita “Sertifikat Halal Jadi Kunci Penjualan Produk Indonesia di Pasar Global”.
  3. Farid Assifa – Kompas.com dengan judul berita “1500 SPPG Akan Disertifikasi Halal Desember 2025 Imbas Temuan Food Tray Lemak”.
  4. Muhammad Julian Fadli – Bloomberg Technoz dengan judul berita “BI Ambisi Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia”.
  5. Ervan Bayu Setianto – TVOnenews.com dengan judul berita “Indonesia Target Kalahkan Malaysia, Ambisi Jadi Ekonomi Syariah Nomor Satu Dunia”.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya