Jakarta, SenayanTalks – PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 390.034 pelanggan sektor agrikultur dan kelautan telah memanfaatkan Program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM) hingga akhir 2025. Angka ini meningkat sekitar 30% secara year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 300.535 pelanggan.
Program ini menghadirkan pasokan listrik andal dan efisien guna mendukung produktivitas petani, peternak, dan pelaku usaha kelautan sekaligus menekan biaya operasional.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan program EA dan EM menjadi bagian dari strategi transisi energi berkelanjutan serta dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan penguatan ekonomi rakyat.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong produktivitas ekonomi rakyat melalui program berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Daya Terpasang Tembus 5.240 MVA, Konsumsi Naik 16%
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa total daya listrik terpasang melalui program EA dan EM pada 2025 mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), naik 25% dibandingkan 2024 sebesar 4.203 MVA.
Sementara konsumsi listrik pada sektor ini mencapai 7,1 terawatt hour (TWh) sepanjang 2025, meningkat 16% dari 6,1 TWh pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan tingginya pemanfaatan listrik untuk mendukung aktivitas di sektor industri primer.
“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Adi.
Pemanfaatan listrik PLN melalui program ini mencakup berbagai aktivitas produktif, antara lain [ompa listrik untuk irigasi sawah, mesin penggilingan padi, kincir air listrik di tambak, lampu ultraviolet untuk budidaya tanaman, mesin penghangat ternak unggas, dan operasional kapal sandar dan industri galangan kapal
Melalui program listrik masuk sawah berbasis pompanisasi, petani dipastikan dapat menghemat bahan bakar sekaligus meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Dampak Nyata di Daerah
Di Kabupaten Seluma, Bengkulu, program ini membantu optimalisasi irigasi dan pengolahan hasil pertanian.
Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyebut kehadiran listrik PLN bukan sekadar pasokan energi, tetapi berkontribusi langsung terhadap peningkatan ekonomi petani.
“Energi mampu mengubah kehidupan petani kami. Program ini mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Di sektor peternakan, Abdurrahman, peternak bebek di Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku penggunaan listrik stabil membantu mengatur suhu kandang dan meningkatkan produktivitas telur.
“Sebelumnya kami kesulitan mengatur suhu bibit bebek. Dengan listrik PLN, ternak lebih sehat dan hasil produksi meningkat,” katanya.

Industri Galangan Kapal Hemat 20% Biaya Operasional
Program Electrifying Marine juga dirasakan industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, Ashawir, mengatakan seluruh peralatan kini menggunakan listrik.
Penggunaan listrik mampu menekan biaya operasional hingga lebih dari 20%. Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diperkirakan hampir Rp1 miliar per tahun, sementara dengan listrik hanya sekitar Rp730 juta per tahun. Selain lebih hemat, penggunaan listrik juga membantu mengurangi emisi gas buang.
PLN menegaskan program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine dirancang untuk memperkuat ekosistem pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan agar tumbuh secara berkelanjutan.
Dengan pertumbuhan pelanggan 30% dan konsumsi listrik mencapai 7,1 TWh pada 2025, program ini dinilai menjadi salah satu pendorong utama modernisasi sektor industri primer berbasis energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca juga :



