Jakarta, SenayanTalks – PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah merampungkan pembangunan terintegrasi rancang dan bangun RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (RSUD TBSI) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan nilai proyek Rp143,9 miliar. Rumah sakit tersebut kini resmi meningkat status dari Tipe D menjadi Tipe C sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan daerah.
Peningkatan status ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kualitas layanan publik, khususnya sektor kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung kesiapan fasilitas RSUD tersebut didampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, serta jajaran Waskita Karya. Ia memastikan fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar rumah sakit Tipe C dan siap memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Menurut Budi, RSUD TBSI termasuk satu dari 66 rumah sakit daerah yang ditingkatkan kelasnya dalam program PHTC. Saat ini, sebanyak 22 rumah sakit telah selesai dibangun. Dari sisi fasilitas, RSUD ini telah dilengkapi sarana untuk menangani penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Selain itu, tersedia pula layanan kesehatan ibu dan anak sehingga masyarakat Kubu Raya tidak lagi harus dirujuk ke Pontianak untuk mendapatkan layanan medis lanjutan.

Budi mengapresiasi kinerja Waskita Karya yang dinilai mampu menyelesaikan proyek secara cepat dengan kualitas struktur bangunan yang baik. Ia bahkan menyebut hasil pembangunan tersebut dapat menjadi standar bagi proyek rumah sakit PHTC lainnya.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan peningkatan kelas RSUD TBSI telah lama dinantikan masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya. Karena itu, perseroan mempercepat penyelesaian proyek agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera dimanfaatkan.
Rumah sakit ini berdiri di atas lahan sekitar 6,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai 6.795 meter persegi. Gedung terdiri dari tiga lantai dengan fasilitas yang lengkap. Lantai pertama dilengkapi Instalasi Gawat Darurat, radiologi, cathlab, Intensive Cardiovascular Care Unit, serta poliklinik.
Lantai kedua menyediakan ruang rawat inap standar dan VIP, ruang hemodialisa, farmasi, laboratorium patologi, serta Central Sterile Supply Department. Sementara di lantai ketiga terdapat Intensive Care Unit, High Care Unit, Neonatal Intensive Care Unit, dan Instalasi Bedah Sentral.

Desain Modern Berbalut Motif Batik Kalbar
Dalam pembangunannya, Waskita menerapkan pendekatan yang berpusat pada pasien dengan menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan. Tata ruang dirancang intuitif dengan ruang tunggu yang nyaman serta menjaga privasi pasien.
Konsep bangunan juga mengedepankan efisiensi energi dan keberadaan ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Fasad bangunan memadukan konsep modern dan kontekstual dengan penggunaan motif batik khas Kalimantan Barat pada beberapa elemen arsitektur, sehingga menghadirkan identitas lokal yang kuat.
Waskita Karya sendiri telah berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan RSUP Fatmawati di Jakarta, serta RS Dr. Sardjito di Yogyakarta.
Dengan selesainya RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya, pemerintah berharap pemerataan layanan kesehatan semakin terwujud dan masyarakat Kalimantan Barat dapat memperoleh akses pengobatan yang lebih cepat, lengkap, dan berkualitas tanpa harus bepergian ke kota besar.
Baca juga :



