Search
Close this search box.

Pegadaian dan Mitra Pasar Modal Bentuk ETF Emas

PT Pegadaian bersama PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Sekuritas, dan CIMB resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menyiapkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pertama di Indonesia. (FOTO: Pegadaian)

Jakarta, SenayanTalks — PT Pegadaian bersama PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Sekuritas, dan CIMB resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menyiapkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas pertama di Indonesia. Kolaborasi strategis ini dilakukan pada Senin (1/12/2025) di Jakarta sebagai upaya memperkuat ekosistem investasi emas dalam negeri.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menjelaskan bahwa minat masyarakat terhadap emas meningkat karena risikonya lebih rendah dan aksesnya semakin mudah—baik secara fisik maupun digital.

“Kami menyambut inisiatif BRI Manajemen Investasi sebagai pionir terbentuknya ETF Emas di Indonesia. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas ekosistem emas melalui layanan Bank Emas yang dijalankan Pegadaian,” ujar Selfie.

ETF Emas tersebut nantinya akan menghadirkan rantai layanan investasi yang terintegrasi, mulai dari penyediaan emas, pengelolaan, penyimpanan yang aman melalui Pegadaian, hingga mekanisme perdagangan yang efisien di pasar modal.

Keunggulan ETF Emas

Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan ETF Emas menawarkan sejumlah keunggulan dibanding instrumen emas konvensional.

“Investor dapat memantau harga secara real-time saat jam bursa, menikmati spread kompetitif, transaksi digital yang mudah, serta pengelolaan oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian,” jelasnya.

Kadek menegaskan Pegadaian siap mendukung aspek teknis dan tata kelola agar ETF Emas dapat segera diluncurkan dan diakses publik.

Pegadaian menegaskan komitmennya memperkuat peran dalam industri bullion nasional. Dengan dukungan regulasi seperti UU P2SK dan POJK 17/2024, Pegadaian menargetkan posisi puncak sebagai penyedia emas fisik (gold provider) dan penyedia jasa penitipan emas (gold custodian).

Langkah ini diyakini memperkuat kedalaman pasar modal sekaligus memperkuat ketahanan pasokan emas domestik di masa depan.

Sebagai entitas di bawah Danantara, Pegadaian telah lama dikenal memiliki infrastruktur penyimpanan bertaraf internasional, sistem keamanan berlapis, serta jaringan suplai emas domestik yang besar. Kapabilitas tersebut menempatkan Pegadaian di posisi ideal dalam mengintegrasikan emas dengan ekosistem bursa.

Momentum inklusi keuangan

Selfie menambahkan bahwa ETF Emas diharapkan mampu mendorong masyarakat memulai investasi sejak dini dengan cara yang lebih mudah, aman, dan efisien.

“Emas sudah lama dikenal masyarakat. Kehadiran ETF Emas akan memanfaatkan momentum kenaikan harga emas dan meningkatkan literasi keuangan,” katanya.

Kolaborasi ini juga mendukung visi Pegadaian dalam mengembangkan layanan Bank Emas yang kini semakin diperluas melalui produk seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, Arisan Emas, serta layanan keuangan mikro lainnya.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya