Malang, SenayanTalks — Di tengah gempuran tantangan generasi muda era digital, sosok pelajar asal Kota Malang, Morgan Hidayat, berhasil mencuri perhatian publik nasional hingga internasional lewat deretan prestasi gemilang di bidang debat, pendidikan, aktivisme lingkungan, dan kepemimpinan sosial.
Siswa dari Bina Bangsa School Malang ini mencatatkan sederet capaian membanggakan. Ia berhasil meraih juara Universitas Indonesia Debate Competition (UIDC) 2025, menyabet gelar Best Speaker, serta menjadi juara dalam Pro Ams Debate Championship 2025 yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Asia Tenggara.
Tak hanya piawai dalam berpikir kritis dan berbicara di depan umum, Morgan juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Ia mendirikan organisasi nirlaba bernama Debate For Everyone (DFE), yang fokus pada literasi politik dan pelatihan debat untuk pelajar Indonesia. Organisasi ini sukses menggelar konferensi debat di Bandung International School, diikuti lebih dari 50 peserta, dan menghadirkan tokoh nasional seperti Tatang Muttaqin, Staf Ahli Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
“Anak muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar bisa menjadi bagian dari solusi bangsa,” ujar Morgan saat menjadi fasilitator talkshow “Enhancing Critical Thinking Through Debate” yang menghadirkan pembicara internasional seperti Kristi Adriana (Chair APEC Future Voices) dan Bo Hyun Seo, penulis buku Good Arguments.
Aktivis lingkungan
Selain berkiprah di dunia pendidikan, Morgan juga aktif mengadvokasi isu lingkungan. Ia mendirikan Ecosmile Club, klub sekolah yang berfokus pada kampanye dan aksi lingkungan. Dalam ajang Earth Prize 2025, Morgan dan timnya mengusulkan solusi inovatif untuk mengurangi tabrakan hewan di jalan tol menggunakan cat penolak hewan. Ide kreatif tersebut berhasil mencuri perhatian juri internasional dan menjadi salah satu proyek yang menonjol.
Tak berhenti pada dunia akademik, Morgan juga mulai menjajaki pengalaman profesional. Ia pernah menjabat sebagai Marketing Manager di sebuah bisnis biliar lokal dan menyelesaikan magang hukum di AVYA Law, Jakarta, di mana ia terlibat dalam riset hukum korporasi serta penulisan laporan internal.
Pada September 2025, Morgan juga dipercaya menjadi organizing committee Tech Law Fest 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum Singapura dan SAL Academy of Law di Marina Bay Sands Theatre. Melalui forum hukum dan teknologi berskala global itu, ia berkesempatan berdiskusi langsung dengan para CEO perusahaan AI terkemuka dunia.
Simbol harapan generasi muda
Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas, Morgan tetap menjaga prestasi akademiknya. Ia meraih nilai tinggi dalam Cambridge IGCSE 2024 dan menyelesaikan berbagai kursus internasional dari HarvardX hingga Reach Cambridge.
Dedikasinya terhadap masyarakat juga patut diapresiasi. Morgan telah mencatat lebih dari 100 jam pengabdian masyarakat, termasuk terlibat dalam pembangunan rumah untuk keluarga kurang mampu, pemberian makanan bagi warga prasejahtera di Malang, hingga aktif sebagai anggota OMK Gereja Katedral Malang yang rutin memberikan pelayanan sosial.
Dengan segudang prestasi di usia belia, Morgan Hidayat menjadi simbol nyata potensi besar generasi muda Indonesia di panggung global. Ia tak hanya mengharumkan nama sekolah dan kota asalnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa.
Baca juga :

