Search
Close this search box.

Penanganan Banjir Aceh Belum Tuntas, Puluhan Lokasi Masih Dibersihkan

Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA (tengah), meninjau langsung progres pembersihan lumpur pascabanjir di salah satu lokasi terdampak di Aceh, Jumat (10/42026). (FOTO: Komdigi)

Jakarta, SenayanTalks – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) membantah narasi di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir di Aceh. Satgas memastikan proses pembersihan masih terus berjalan dengan progres signifikan.

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, mengatakan istilah “berat” yang sempat disampaikannya tidak mencerminkan keputusasaan, melainkan menggambarkan tantangan di lapangan.

“Berat itu bermakna kerja keras dan tidak pernah menyerah. Ini bukan berarti kami tidak mampu, tetapi menunjukkan realitas medan yang sedang kami tangani,” kata Safrizal di Banda Aceh, Jumat, 10 April 2026.

Berdasarkan data Satgas, dari total 519 lokasi terdampak di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah selesai dibersihkan. Sementara itu, 39 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.

Safrizal menjelaskan lokasi yang tersisa umumnya berada di kawasan permukiman padat dengan kondisi drainase sempit sehingga memerlukan pembersihan secara manual dan lebih detail.

Untuk mempercepat proses, Satgas mengoptimalkan pengerahan personel di titik-titik prioritas. Di Aceh Tamiang, misalnya, personel Praja IPDN dilibatkan untuk membantu pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program padat karya atau cash for work tahap II dengan melibatkan masyarakat terdampak. Di Kabupaten Pidie Jaya, program ini berlangsung di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua dengan total 392 peserta.

“Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan. Program ini melibatkan warga lokal bersama aparat pemerintah dan unsur TNI/Polri,” ujar Safrizal.

Ia merinci, program tersebut melibatkan 300 warga, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan tahap pertama telah berlangsung pada 6–8 April dan akan dilanjutkan pada 14–17 April 2026.

Safrizal menegaskan seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional telah rampung dibersihkan sejak Januari lalu. Saat ini, Satgas memfokuskan upaya pada pemulihan lingkungan permukiman warga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh di media sosial.

“Data adalah fakta dan kerja kami nyata. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh lokasi tuntas,” ujarnya.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya