Jakarta, SenayanTalks — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatat minat investor yang sangat tinggi dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah terbaru. Permintaan investor menembus lebih dari Rp16 triliun, atau oversubscribed empat kali lipat dari target awal Rp4 triliun. Capaian ini menjadi salah satu rekor permintaan terbesar untuk penerbitan surat utang korporasi domestik pada 2025.
Pencatatan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap II 2025 resmi dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 28 November 2025. Momentum ini mempertegas posisi PT SMI sebagai lembaga pembiayaan pembangunan infrastruktur yang kredibel sekaligus key player dalam pendalaman pasar keuangan nasional.
Tingginya permintaan membuat PT SMI mengoptimalkan nilai penerbitan menjadi Rp6,5 triliun. Dari jumlah tersebut:
- Obligasi diterbitkan sebesar Rp4 triliun, terbagi dalam lima seri.
- Sukuk Mudharabah diterbitkan sebesar Rp2,5 triliun, terdiri dari dua tenor.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menyampaikan bahwa besarnya minat investor mencerminkan kepercayaan kuat terhadap kinerja keuangan, tata kelola, dan prospek bisnis PT SMI.
“Tanggapan positif investor mempertegas posisi PT SMI sebagai DFI dan mitra strategis pemerintah dalam ekosistem pembiayaan infrastruktur. Penerbitan ini memberi ruang pembiayaan lebih luas untuk mendukung proyek-proyek prioritas,” ujarnya.
Obligasi zero coupon
Dalam penerbitan kali ini, PT SMI untuk pertama kalinya menawarkan obligasi zero coupon, yakni Seri D (tenor 10 tahun, yield 6,60%) dan Seri E (tenor 15 tahun, yield 6,90%). Langkah ini menjadi terobosan diversifikasi instrumen investasi jangka panjang bagi investor institusi.
Tiga seri lainnya adalah:
- Seri A: tenor 1 tahun, kupon 5,00%
- Seri B: tenor 3 tahun, kupon 5,45%
- Seri C: tenor 5 tahun, kupon 5,75%
Untuk Sukuk Mudharabah:
- Seri A: tenor 1 tahun, imbal hasil ekuivalen 5,00%
- Seri B: tenor 3 tahun, imbal hasil ekuivalen 5,45%
Instrumen syariah ini memperkuat penetrasi pasar sukuk korporasi dan mendorong pendalaman pasar keuangan syariah nasional.
Rating AAA dari PEFINDO
Obligasi PT SMI mendapatkan peringkat AAA dan Sukuk Mudharabah memperoleh rating AAA(sy) dari PEFINDO. Peringkat tertinggi ini mencerminkan kuatnya dukungan pemerintah sebagai pemegang saham, posisi PT SMI sebagai pemain kunci pembiayaan infrastruktur, dan likuiditas dan permodalan perusahaan yang sangat solid.
Seluruh dana hasil penerbitan, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur nasional. PT SMI menegaskan bahwa penerbitan ini tidak hanya memberikan alternatif investasi kredibel bagi investor, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi publik dalam pembangunan berkelanjutan dan pemerataan infrastruktur di seluruh Indonesia.
Baca juga :



