Search
Close this search box.

PLN Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLTU Aman Jelang Lebaran 2026

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero Rizal Calvary mengunjungi dua pembangkit besar di Jawa Tengah pada 6 Maret 2026. (FOTO: PLN)

Jakarta, SenayanTalks – PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tetap aman menjelang Hari Raya Lebaran 2026. Sebanyak 82–84 juta ton batu bara dipastikan akan dipasok dari delapan perusahaan tambang utama untuk menjaga operasional pembangkit listrik.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary, mengatakan pasokan tersebut akan disalurkan ke berbagai PLTU yang membutuhkan agar operasional pembangkit tetap stabil selama periode Ramadan hingga Lebaran.

“Total seluruh yang akan dipasok sekitar 82 sampai 84 juta metrik ton,” ujar Rizal saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Rizal meninjau dua pembangkit listrik besar di Jawa Tengah, yakni PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang.

PLTU Tanjung Jati B memiliki kapasitas 4 x 660 megawatt (MW), sedangkan PLTU Batang memiliki kapasitas 2 x 1.000 MW. Kedua pembangkit tersebut menjadi salah satu penopang utama pasokan listrik di Pulau Jawa.

Menurut Rizal, saat ini hari operasi pembangkit (day of operation/HOP) di kedua PLTU tersebut masih berada di atas 10 hari.

“HOP kedua PLTU di atas 10 hari. Dengan tambahan pasokan dari pemasok utama, maka HOP keduanya akan meningkat signifikan ke depan,” jelasnya.

Pasokan batu bara untuk PLN akan berasal dari delapan perusahaan tambang utama, yaitu: Adaro Indonesia, Arutmin Indonesia, Berau Coal, Kaltim Prima Coal, Kideco Jaya Agung, Multi Harapan Utama, Indominco Mandiri, dan Bukit Asam.

Pasokan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Rizal menyampaikan bahwa pasokan batu bara sekitar 84 juta ton tersebut cukup untuk menjaga operasional pembangkit PLN hingga akhir Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, PLN memastikan tidak ada potensi pemadaman listrik atau blackout akibat kekurangan bahan bakar pembangkit.

“Ketersediaan batu bara PLN saat ini sangat memadai sehingga tidak akan ada potensi blackout,” tegasnya.

PLN menargetkan seluruh pasokan batu bara sudah tiba di pembangkit sebelum Lebaran agar ancaman defisit pasokan dapat diatasi.

PLN Masih Butuh Tambahan 40 Juta Ton Batu Bara

Meski pasokan utama telah dipastikan, PLN masih membutuhkan tambahan sekitar 40 juta ton batu bara untuk menjamin kelancaran operasi pembangkit hingga akhir tahun 2026.

Menurut Rizal, tambahan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan total batu bara PLN sepanjang tahun ini.

“DMO batu bara untuk PLN sekitar 84 juta ton ditambah sekitar 40 juta ton lagi khusus untuk kebutuhan PLN sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sempat muncul potensi gangguan pasokan batu bara di awal tahun akibat cuaca yang kurang baik serta adanya pemasok yang menunggu kepastian kebijakan pemerintah.

Namun dengan langkah koordinasi yang dilakukan PLN dan pemasok, pasokan batu bara kini dipastikan kembali stabil untuk menjaga keandalan listrik nasional menjelang Lebaran.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya