Amsterdam, SenayanTalks — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja sama strategis dengan Invest International melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) untuk pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia.
Inisiatif ini mencakup pengembangan hidrogen rendah emisi, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT) lainnya. Penandatanganan berlangsung pada sela-sela Renewable Energy Investment Forum and Offshore Energy Conference & Exhibition (OEEC) di Amsterdam, Senin (24/11).
LOI tersebut disaksikan langsung oleh Mayerfas, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, serta Wampie Libon, Director of Inclusive Green Growth Kementerian Luar Negeri Belanda, yang menegaskan dukungan diplomatik terhadap kerja sama ini.
Proyek EBT Indonesia tarik minat investor
Invest International merupakan lembaga keuangan publik–swasta Belanda yang dibentuk pemerintah Belanda dan FMO sejak 2021. Lembaga ini menyediakan pembiayaan untuk sektor strategis seperti energi terbarukan, infrastruktur, agrikultur, hingga pengembangan publik.
Melalui LOI ini, Invest International menyatakan kesiapan mendukung pembiayaan tahap front-end engineering design (FEED). Selanjutnya, Pertamina NRE bersama perusahaan teknologi asal Belanda akan melanjutkan proses due diligence, penyempurnaan desain teknis, serta skema pembiayaan sebelum proyek masuk ke tahap pengembangan.
Beberapa proyek diperkirakan membutuhkan fase pilot project untuk membuktikan kesiapan teknologi sebelum dikomersialisasikan. Dukungan pendanaan Belanda dinilai penting agar fase awal dapat berjalan optimal dan menghasilkan output yang bisa ditindaklanjuti.
Pendanaan yang dirancang nantinya bersifat campuran, mulai dari hibah (grant) hingga green financing berbunga rendah untuk meminimalkan beban investasi pada fase awal proyek.
CEO Pertamina NRE, John Anis, mengatakan kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap potensi energi terbarukan Indonesia.
“Penandatanganan LOI ini merupakan langkah penting untuk mempercepat pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal. Dengan dukungan Invest International, proyek-proyek hijau dapat bergerak lebih cepat menuju tahap komersial dan kompetitif,” ujar John.
Ia menegaskan bahwa pendanaan tahap FEED memiliki peran krusial untuk memastikan proyek EBT memiliki landasan teknis yang kuat, sehingga menarik bagi investor global.
Kerja sama ini diharapkan menjadi katalis bagi masuknya lebih banyak investasi asing ke sektor energi bersih di Indonesia. Pertamina NRE mengharapkan kolaborasi tersebut dapat mempercepat penguatan ekosistem EBT nasional, mendukung target transisi energi, hingga mendorong pencapaian swasembada energi di masa depan.
Baca juga :



