Search
Close this search box.

Proyek Mataf Waskita Karya Kini Tampung 105 Ribu Jemaah

Jakarta, SenayanTalks – Memasuki malam Nuzulul Quran, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Momentum istimewa ini juga terlihat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, yang setiap tahun dipadati jutaan jemaah yang ingin menghidupkan malam turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, menandai peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Pada malam tersebut, kawasan Mataf, yakni area tawaf yang mengelilingi Ka’bah, menjadi pusat aktivitas ibadah para jemaah, mulai dari tawaf, salat sunnah, iktikaf, hingga khataman Al-Qur’an.

Renovasi Mataf yang dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 2013 lalu membuat area tersebut mampu menampung lebih banyak jemaah. Sebelum direnovasi, Mataf hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jemaah. Namun kini kapasitasnya meningkat menjadi lebih dari 105 ribu jemaah.

Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ermy Puspa Yunita mengatakan perusahaan merasa bangga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan jemaah dari berbagai negara yang beribadah di Masjidil Haram.

“Sebelumnya Mataf hanya bisa menampung 48 ribu jemaah, namun sekarang dapat memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Waskita Karya merasa bangga sekaligus bahagia dapat mendukung lebih banyak jemaah dari seluruh dunia untuk beribadah, utamanya di malam Nuzulul Quran ini,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam proyek tersebut perusahaan menambah jumlah lantai di Masjidil Haram dari tiga menjadi sembilan tingkat. Selain itu, Waskita juga mengerjakan desain atau mock up, konstruksi Mataf, hingga fabrikasi besi.

Dalam pelaksanaannya, proyek menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam sebagai cetakan sementara untuk membentuk struktur beton agar lebih presisi, sekaligus menghemat waktu dan biaya pembangunan. Pada bagian bekisting dinding balok digunakan panel khusus, sementara bagian bawahnya menggunakan triplek dan peri kayu.

Menurut Ermy, proyek perluasan Mataf bukan sekadar proyek konstruksi biasa, melainkan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.

“Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi juga wujud komitmen kami menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional. Masjidil Haram merupakan tempat suci yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” kata dia.

Proyek perluasan Mataf tersebut merupakan bagian dari proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.

Selain proyek tersebut, PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga pernah mengerjakan sejumlah proyek internasional lainnya di Arab Saudi, di antaranya pembangunan **King Saud University Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009, pembangunan King Saud Fitness College pada 2011, serta proyek King Abdullah Financial District (KAFD) pada periode 2010–2012.

Ke depan, perusahaan berharap dapat memperluas portofolio proyek internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai kontraktor Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun dalam pembangunan infrastruktur di berbagai negara.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya