Search
Close this search box.

Serangan AS-Israel ke Iran Bentuk Penaklukan Palestina dan Dunia Islam

Jakarta, SenayanTalks – Cendikiawan muslim, Din Syamsuddin, menilai serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran bukan sekadar konflik bilateral, melainkan bagian dari agenda besar yang berdampak pada Palestina dan Dunia Islam secara luas.

Menurut Din, agresi tersebut tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Palestina.

“Serangan Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran adalah serangan terhadap Dunia Islam, dan merupakan bagian dari penaklukan Palestina secara menyeluruh,” ujar Din dalam pernyataan tertulisnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyebut ambisi Israel dalam menaklukkan Palestina merupakan bagian dari strategi dominasi yang lebih luas terhadap Dunia Islam, khususnya kawasan Arab. Strategi tersebut, kata dia, tidak hanya bermotif ideologis, tetapi juga politis dan ekonomis.

Ia juga menyinggung keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pengaruh di kawasan.

“Israel dengan dukungan Amerika Serikat selama bertahun-tahun menguasai Palestina, dan kini ingin melumpuhkan Iran yang selama ini paling tampil membela Palestina,” tegasnya.

Din Syamsuddin memperingatkan potensi politik adu domba (divide et impera) melalui penguatan isu sektarian seperti Sunni-Syiah maupun Arab-Persia. Ia menduga konflik yang berkembang bisa dimanfaatkan untuk memperluas ketegangan di kawasan.

Menurutnya, provokasi terhadap negara-negara Arab berpotensi terjadi, termasuk melalui serangan terhadap instalasi strategis yang kemudian diarahkan untuk menyudutkan pihak tertentu.

Seruan Solidaritas Umat Islam dan Peran OKI

Dalam pernyataannya, Din juga menyinggung inisiatif “Board of Peace” yang dinilainya sebagai skenario yang justru menguntungkan Israel. Ia mempertanyakan efektivitas forum tersebut jika tidak mampu menghentikan agresi dan konflik yang terus berlangsung.

“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace jika tidak berani menegur pihak yang memulai serangan dan mengganggu kedaulatan negara lain?” ujarnya.

Din Syamsuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Ia meminta agar solidaritas dan persatuan umat lebih diutamakan di tengah eskalasi konflik.

Ia juga mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar lebih aktif dan responsif dalam membela kepentingan negara-negara Dunia Islam.

“Umat Islam jangan terhasut dengan isu yang mempertentangkan antara Sunni dan Syiah. Yang diperlukan saat ini adalah soliditas dan solidaritas,” kata Din.

Soroti Posisi Indonesia

Terkait posisi Indonesia, Din menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil peran di tengah konflik yang memanas. Ia menekankan bahwa jika Indonesia ingin menjadi penengah, maka harus mampu menunjukkan sikap tegas terhadap segala bentuk agresi dan pelanggaran kedaulatan negara.

Pernyataan Din Syamsuddin ini menambah daftar suara dari tokoh nasional yang menyoroti eskalasi konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang dinilai berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah dan Dunia Islam.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya