Search
Close this search box.

SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan Perkuat Listrik Aceh Selatan

Petugas PLN ketika memastikan kesiapan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Blangpidie-Tapak Tuan sebelum diberikan tegangan listrik secara perdana. (FOTO: PLN)

Aceh Selatan, SenayanTalks – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara resmi mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Blangpidie–Tapak Tuan serta Gardu Induk (GI) 150 kV Blangpidie Extension menuju GI 150 kV Tapak Tuan berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).

Pengoperasian (energize) infrastruktur strategis ini menjadi tonggak penguatan backbone sistem kelistrikan Pantai Barat Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan. Proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menopang pasokan listrik di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, mengapresiasi langkah PLN dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di daerahnya. Ia menilai beroperasinya GI Tapak Tuan akan berdampak langsung pada pelayanan publik, aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pengoperasian SUTT dan Gardu Induk ini sejalan dengan komitmen PLN mendukung agenda swasembada energi nasional.

Menurut Darmawan, infrastruktur tersebut memperkuat ketahanan energi karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil. PLN, lanjutnya, terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Hemat BBM 638 Kiloliter per Bulan

General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara, Dewanto, menjelaskan SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan dibangun sepanjang 115 kilometer sirkuit (kms) dengan 166 menara transmisi.

Jaringan ini berfungsi sebagai interkoneksi regional yang menjaga kualitas tegangan, meningkatkan kontinuitas pasokan listrik, serta menghubungkan sistem kelistrikan Blangpidie (Aceh Barat Daya) hingga Samadua (Aceh Selatan).

Dengan beroperasinya infrastruktur tersebut, konsumsi bahan bakar minyak diperkirakan dapat dihemat rata-rata sekitar 638,6 kiloliter per bulan melalui pengurangan penggunaan pembangkit diesel. Trafo berkapasitas 30 MVA juga disiapkan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik rumah tangga, bisnis, dan industri.

Pengoperasian SUTT ini sekaligus membuat Aceh Selatan tidak lagi bergantung pada jaringan tegangan menengah maupun PLTD. PLTD Kota Fajar pun akan dihentikan operasinya seiring berfungsinya sistem transmisi baru tersebut.

Stabilitas tegangan kini lebih terjaga, manuver beban saat gangguan menjadi lebih fleksibel, serta potensi pemadaman listrik dapat ditekan secara signifikan.

PLN memastikan seluruh tahapan pembangunan telah memenuhi standar teknis dan penerapan keselamatan serta kesehatan kerja (K3). Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelesaian proyek ini.

Dengan beroperasinya SUTT 150 kV Blangpidie–Tapak Tuan dan GI Tapak Tuan, sistem kelistrikan Aceh Selatan kini semakin andal dan efisien, membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pantai Barat Aceh.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya