Search
Close this search box.

Tower Darurat Dipasang, Listrik Aceh Ditargetkan Pulih Bertahap

Simbolis penyerahan truk bantuan sembako oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kiri) kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (ketiga dari kanan), disaksikan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo (kedua dari kiri), Danlanud Iskandar Muda, Kolonel Nav Sudaryanto (kiri), Anggota DPRA Komisi III, Salmawati (kedua dari kanan), dan Kapolda Aceh, Marzuki Ali (kanan). (FOTO: PLN)

Aceh, SenayanTalks — PT PLN (Persero) terus memperluas dukungan bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Selain mempercepat pemulihan jaringan listrik yang rusak, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Bantuan yang dikirim mencakup 6 ton beras, 2 ton gula, 1.000 kotak mi instan, 2.000 kaleng sarden, 2.000 liter minyak goreng, 2.000 kaleng kornet, 2.000 paket biskuit, 3.000 botol air mineral, serta 14.000 lampu emergency untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari.

Sebagian bantuan diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Lanud Iskandar Muda, Sabtu (29/11).

Bantuan tersebut disambut haru oleh warga di berbagai posko pengungsian, termasuk di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

“Sembako sangat kami butuhkan di Posko Desa Blang Awe ini. Terima kasih atas kemurahan hati PLN yang sudah membantu,” ujar Dedy Suriadi, salah satu warga penerima bantuan.

Genset untuk fasilitas ibadah

Selain logistik, PLN juga menyerahkan genset sebagai sumber listrik sementara, termasuk kepada Masjid Al Ghafur di Aceh Besar. Bantuan diserahkan langsung oleh jajaran direksi PLN, yakni Direktur Distribusi Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem Edwin Nugraha Putra, serta Ketua Yayasan Baitul Maal PLN Sulistyo Biantoro.

Kepala Badan Kesejahteraan Masjid Al Ghafur, Tengku Muhammad Rijal, menuturkan bahwa keberadaan genset sangat membantu kelancaran kegiatan ibadah.

“Dengan genset ini, kegiatan ibadah tetap bisa berlangsung meski kelistrikan belum pulih. Kami berterima kasih atas perhatian PLN kepada masyarakat Desa Gani,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa PLN tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan mendasar masyarakat terpenuhi.

“Dampak banjir sangat berat bagi warga. Karena itu, PLN hadir bukan hanya untuk memperbaiki jaringan listrik, tetapi juga memberikan bantuan kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan,” jelasnya.

Di luar bantuan logistik, PLN juga memperkuat dukungan melalui kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda. Empat dapur umum didirikan di Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil untuk memastikan ketersediaan makanan layak bagi pengungsi.

Dapur umum ini memasok ribuan porsi makanan setiap hari untuk warga yang masih berada di tenda pengungsian.

Perbaiki tower roboh

Bencana banjir dan longsor sebelumnya menyebabkan 12 tower transmisi roboh, memicu gangguan suplai listrik di sejumlah wilayah Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya telah mengirim sekitar 500 petugas gabungan dari unit PLN seluruh Indonesia untuk membangun tower darurat dan memulihkan listrik secepat mungkin.

“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan, seluruh proses dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan BPBD Aceh.

PLN menegaskan bahwa seluruh bantuan—baik pemulihan infrastruktur listrik maupun logistik kemanusiaan—ditujukan untuk mempercepat kembalinya aktivitas warga.

Seluruh sumber daya dikerahkan agar masyarakat terdampak dapat kembali hidup dengan kondisi aman, layak, dan nyaman.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya