Jakarta, SenayanTalks – Pemerintah memastikan uji coba sistem pembayaran tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat. Uji coba ini dilakukan setelah sebelumnya sempat mengalami stagnasi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, keputusan melanjutkan uji coba MLFF juga didasarkan pada rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” ujarnya dalam acara silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan media, Kamis (2/4/2026).
Wilan menjelaskan, uji coba lanjutan akan dilakukan secara menyeluruh (end-to-end). Artinya, pengujian mencakup seluruh proses, mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan sistem saat melintas di tol, hingga pembayaran diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Tahapan uji coba pun telah disepakati, diawali dengan pra-uji coba dalam waktu dekat. Pada tahap ini, perusahaan pengembang sistem, Roatex Ltd. melalui anak usahanya PT Roatex Indonesia Toll System, wajib menyiapkan Term of Reference (TOR).
Sebelumnya, pada 3–5 Maret 2026, telah dilakukan functional test tahap awal. Pengujian ini berfokus pada demonstrasi fitur aplikasi CANTAS dengan skenario positif.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan kembali functional test tahap dua, tujuannya untuk melengkapi kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan,” jelasnya.
Setelah seluruh kesiapan dinyatakan terpenuhi, pemerintah akan melanjutkan ke tahap pra-uji coba secara menyeluruh.
Target Secepatnya
Meski belum menetapkan tanggal pasti, pemerintah menegaskan percepatan menjadi prioritas utama dalam implementasi MLFF.
“Prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik (the sooner the better),” tegas Wilan.
Sebagai informasi, proyek MLFF telah diinisiasi sejak 2016, bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán ke Indonesia.
Proyek ini didanai penuh oleh pemerintah Hungaria dengan nilai mencapai US$300 juta atau sekitar Rp4,65 triliun.
Implementasi MLFF diharapkan dapat menghilangkan antrean di gerbang tol dan meningkatkan efisiensi sistem pembayaran jalan tol di Indonesia.
Baca juga :



