Tangerang Selatan, SenayanTalks – Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya menggelar kegiatan puncak program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pentas Seni Generasi Muda Suradita yang menampilkan bakat dan keterampilan anak-anak dalam bidang menari dan menyanyi. Kegiatan ini berlangsung di Amfiteater Kampus 3 Atma Jaya BSD, Cisauk, Tangerang, Minggu (9/11).
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus Kepala Strategic Management Office Unika Atma Jaya Maria Magdalena Wahyuni Inderawati mengatakan tim dosen Unika Atma Jaya selama dua hingga tiga bulan terakhir intensif memberikan pelatihan dan pendampingan guna memperkuat peran institusi Saung Baca Suradita. Pelatihan berfokus pada penguatan literasi dan kepercayaan diri anak-anak melalui kegiatan seni seperti menari dan menyanyi.
“Yang kita berikan adalah literasi dan ilmu pengetahuan, sesuai dengan kapasitas kita sebagai perguruan tinggi. Kami ingin menumbuhkan semangat belajar dan semangat untuk maju pada anak-anak di Suradita,” jelas Maria.
Maria mengungkapkan, anak-anak yang tampil pada pentas seni berasal dari Saung Baca Suradita. Melalui kemitraan dengan Saung Baca Suradita, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap dua tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals).
Unika Atma Jaya memberikan berbagai bentuk dukungan kepada Saung Baca Suradita, mulai dari pelatihan untuk para pendamping hingga penyediaan buku dan media pembelajaran. Para pendamping kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif dan edukatif, termasuk pelatihan seni untuk menumbuhkan rasa percaya diri tampil di depan umum.
“Yang kita berikan adalah literasi dan ilmu pengetahuan, sesuai dengan kapasitas kita sebagai perguruan tinggi. Kami ingin menumbuhkan semangat belajar dan semangat untuk maju pada anak-anak di Suradita,” tambah Maria.

Dukungan sarana belajar
Program pengabdian ini berlangsung sejak awal Oktober 2025 dengan berbagai kegiatan edukatif. Tim Unika Atma Jaya mengunjungi Saung Baca Suradita untuk menyerahkan buku bacaan dan alat peraga edukatif bagi anak-anak dan pendamping belajar.
Selain itu, diadakan pula pelatihan pembuatan eco enzyme untuk ibu rumah tangga dan para pendamping di wilayah Suradita, sebagai bagian dari edukasi lingkungan dan keterampilan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pelatihan tematik, antara lain: literasi digital dan bijak menggunakan media sosial, pengenalan psikologi anak dan remaja, perpustakaan sebagai destinasi rekreasi edukatif, dan ruang terbuka untuk belajar dan bermain edukatif.
Program pengabdian masyarakat ini melibatkan kolaborasi lintas program studi dan unit di Unika Atma Jaya. Tim pelaksana terdiri dari: Maria Magdalena Wahyuni Inderawati (Prodi Teknik Mesin), Titis Puspitarini (Prodi Pariwisata), Yanto (Prodi Teknik Industri), dan Caecilia Ambar Winarsih (UPT Dormitory).

Perkecil kesenjangan sosial
Maria juga menyoroti kondisi sosial di wilayah Suradita yang berdekatan dengan kawasan elit BSD, namun memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat yang kontras. Melalui program ini, Unika Atma Jaya berupaya memperkecil kesenjangan tersebut dengan memberikan akses literasi dan kesempatan belajar yang lebih luas.
“Di Suradita, lokasinya sangat dekat dengan BSD yang merupakan kawasan elit. Tapi di sana ada kelompok masyarakat yang berbeda kondisi sosialnya. Kami ingin memperkecil perbedaan itu dengan memberikan literasi dan ilmu pengetahuan agar anak-anak di sana bisa maju,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Unika Atma Jaya berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut serta dalam program pengabdian masyarakat berbasis literasi dan kreativitas.
Upaya ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial yang berperan aktif membangun masa depan generasi muda Indonesia.

Baca juga :

