Search
Close this search box.

Wamen ESDM Yakin Kilang RDMP Balikpapan Dorong Swasembada Energi

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, melihat langsung perkembangan RDMP Balikpapan, didampingi oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan beserta jajaran direksi, Selasa (17/11/2025). (FOTO: Pertamina)

Balikpapan, SenayanTalks — Proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Proyek yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa serangkaian tahapan krusial telah berhasil diselesaikan, termasuk pengoperasian awal Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan pada 10 November 2025. Unit utama kilang ini berfungsi untuk menghasilkan produk berstandar Euro V yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri. Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan,” ujar Taufik.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, yang meninjau langsung progres proyek pada Selasa (17/11), menekankan besarnya investasi yang digelontorkan untuk pembangunan ini.

“Investasinya mencapai 7,4 miliar USD atau sekitar Rp126 triliun. Ini merupakan investasi yang sangat besar untuk satu titik kegiatan yang dilakukan BUMN,” tegas Yuliot.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas kilang Balikpapan hingga 360 ribu barel per hari akan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kapasitas ini setara dengan sekitar seperempat kebutuhan nasional. Dengan peningkatan 100 ribu barel per hari, kita dapat mengurangi impor sekitar 10–15%.”

Yuliot juga menyoroti kemampuan RDMP Balikpapan dalam mengolah residu bernilai rendah menjadi produk petrokimia bernilai tinggi seperti propylene dan ethylene, yang selama ini masih diimpor.

Komisaris Utama Pertamina: Ini Bukan Proyek Biasa

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, yang turut hadir bersama Wamen ESDM Yuliot Tanjung meninjau perkembangan proyek memberikan dukungan penuh kepada seluruh pekerja.

“Proyek RDMP ini bukan proyek biasa. Ini adalah ikon sumbangsih Pertamina untuk ketahanan energi bangsa. Jika dijalankan dengan tekad dan niat tulus, Insya Allah Pertamina bisa,” ujarnya.

Iriawan juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim. “Saya memiliki kewajiban memastikan proyek ini berjalan dengan baik dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terima kasih atas dedikasi seluruh perwira Pertamina,” ujarnya.

Selain RFCC, KPI juga merampungkan pembangunan dua tangki minyak mentah raksasa di Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel. Dengan diameter 110 meter, tangki ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“Tangki raksasa Lawe-Lawe akan menjadi penopang utama RDMP Balikpapan dan memperkuat kapasitas penyimpanan minyak mentah nasional,” jelas Taufik.

Proyek RDMP Balikpapan juga meliputi commissioning Single Point Mooring (SPM) berbobot 320.000 DWT, fasilitas utama yang memungkinkan kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) menyalurkan minyak mentah langsung ke tangki di darat.

Selain itu, unit pemurnian LPG dengan kapasitas 43 ribu ton per tahun turut berhasil dioperasikan.

Sistem keamanan terintegrasi real-time

RDMP Balikpapan dilengkapi dengan 3.954 titik fasilitas proteksi kebakaran, mencakup deteksi gas, alarm kebakaran, hingga sistem pemadaman otomatis.

“Keamanan adalah elemen krusial. Sistem proteksi berlapis ini memastikan seluruh area kilang terpantau real-time dan mampu mendeteksi potensi bahaya lebih cepat,” kata Taufik.

Taufik menegaskan bahwa RDMP Balikpapan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga motor penting dalam hilirisasi migas, penciptaan lapangan kerja, dan kedaulatan energi nasional.

“RDMP Balikpapan adalah wujud sinergi antara kebijakan strategis pemerintah dan aksi nyata di lapangan untuk memperkuat hilirisasi dan mewujudkan visi besar Asta Cita,” tutup Taufik.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya