Jakarta, SenayanTalks — PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali mendapat kepercayaan mengerjakan proyek strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Menjelang akhir 2025, perusahaan BUMN tersebut resmi menandatangani kontrak pembangunan Gedung dan Kawasan Lembaga DPR RI dengan nilai proyek mencapai Rp1,84 triliun.
Penandatanganan digelar di Kantor Kemenko 4 IKN dan dihadiri Ketua Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono, serta disaksikan oleh Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho dan Direktur Operasi I Ari Asmoko.
Basuki menyebutkan proyek ini akan dikerjakan dalam waktu dua tahun, sehingga pembangunan Gedung DPR RI di IKN ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Direktur Operasi I Waskita, Ari Asmoko, menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi pusat kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lembaga legislatif dengan luas bangunan mencapai 85.903 m².
“Pembangunan gedung dan kawasan DPR di IKN merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah. Fasilitas ini diharapkan memudahkan ASN dan anggota DPR menjalankan tugasnya,” ujar Ari.
Dalam proyek ini, Waskita akan mengerjakan tiga gedung utama hingga kawasan penunjang. Seluruh elemen kawasan dirancang untuk memadukan fungsi legislatif dengan pengalaman ruang publik yang modern dan hijau. Berikut ini rincian proyek yang dibangun :
- Gedung DPR A, B1, dan C1
- Jalan Kawasan Blok DPR I
- Pedestrian & Cyclists Entrance
- Fasilitas olahraga
- Lanskap Kawasan Blok DPR I

Konsep Green Building
Ari menjelaskan bahwa gedung DPR di IKN akan berbeda dari gedung lama di Jakarta karena menerapkan konsep green building dengan teknologi Breathing Facade.
Fasadnya dirancang terinspirasi Wastra Nusantara, seni kain tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Motif vertikal, horizontal, hingga diagonal diterapkan untuk menonjolkan kekayaan budaya nasional.
Selain itu, sebagian besar jendela digarap operasional dan fleksibel untuk meningkatkan sirkulasi udara alami, efisiensi energi, serta kenyamanan termal.

Waskita juga mengadopsi desain pilotis dan serambi untuk memberikan kesan megah sambil tetap menghadirkan area sosial yang terbuka di tiap akses masuk.
Mengikuti konsep forest city yang diusung OIKN, kawasan DPR RI akan dipenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pohon dan tanaman akan ditempatkan tidak hanya di area luar, tetapi juga di lantai-lantai gedung untuk menghadirkan ruang kerja yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Ari memastikan Waskita Karya siap menyelesaikan proyek sesuai target OIKN.
“Sebagai BUMN konstruksi berpengalaman 65 tahun, ini bukan pertama kalinya kami membangun gedung pemerintah. Kami telah merampungkan pembangunan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Gedung OJK di Maluku, dan BPSILHK di Mataram,” jelasnya.
Waskita menegaskan komitmennya menjaga kualitas konstruksi dan mengikuti standar teknis dalam seluruh tahapan pembangunan proyek strategis nasional ini.

Baca juga :



