Search
Close this search box.

Waskita Garap Rehabilitasi 19 Titik Jaringan Irigasi di Banten

Jakarta, SenayanTalks — PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali memperluas portofolio proyek infrastruktur sumber daya airnya. Kali ini, BUMN konstruksi tersebut resmi meraih kontrak baru senilai Rp415,44 miliar untuk proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Daerah di Provinsi Banten, mencakup paket I, III, dan IV.

Proyek strategis ini akan dikerjakan dalam kurun waktu September hingga Desember 2025, dengan fokus utama pada perbaikan dan peningkatan kualitas saluran irigasi guna mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Departemen Infrastruktur I Divisi Operasi I Waskita Karya, Stefanus Gunawan, disaksikan oleh Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dedi Yudha Lesmana.

Dalam sambutannya, Dedi Yudha Lesmana menegaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi merupakan langkah strategis dalam mendukung tercapainya swasembada pangan nasional. Ia mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja cepat, kompak, dan terencana.

“Action plan adalah kunci. Kita harus bergerak cepat, mulai dari administrasi hingga pekerjaan lapangan. Yang terpenting, hasilnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Proyek ini menjadi bagian penting dalam memastikan pasokan air yang stabil dan efisien bagi lahan pertanian. Dengan begitu, produktivitas pertanian dapat meningkat sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik Ariyanto, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi di tiga wilayah berbeda di Provinsi Banten.

Paket I: mencakup 10 DI di Kabupaten Serang dan Kota Serang seluas lebih dari 2.500 hektare.

Paket III: mencakup 6 DI di Kabupaten Lebak seluas 2.678 hektare.

Paket IV: mencakup 3 DI di Lebak dan Kota dengan total luas mencapai 2.825 hektare.

Melalui rehabilitasi ini, fungsi utama jaringan irigasi akan kembali optimal sebagai penopang pertanian. Sistem distribusi air akan lebih efisien, stabil, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi kehilangan air akibat kebocoran.

“Manfaat jaringan irigasi ini tidak hanya menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, tapi juga mendorong peningkatan indeks pertanaman di wilayah layanan,” jelas Dhetik.

Ia menambahkan, proyek ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Banten. Para petani akan mendapatkan aliran air yang lebih lancar dan terjamin, sehingga hasil panen meningkat dan risiko gagal panen menurun.

Inovasi teknologi

Sebagai BUMN konstruksi berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya terus berinovasi agar pengerjaan proyek lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Dalam proyek ini, Waskita menerapkan teknologi digital dan material modern untuk memastikan kegiatan pertanian tetap berjalan selama proses rehabilitasi berlangsung.

Selain proyek irigasi Banten, Waskita Karya juga tengah menggarap sejumlah proyek strategis lain seperti Irigasi Belitang Lempuing di Sumatera Selatan, Modernisasi DI Rentang, DI Salamdarma, dan Kamojing di Jawa Barat. Sebelumnya, perusahaan telah menyelesaikan pembangunan Irigasi Mrican Paket 2 di Jawa Timur.

“Kami bangga dipercaya mengerjakan proyek ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani. Ini adalah langkah nyata mendukung swasembada pangan berdaya saing untuk masa depan,” tutup Dhetik.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya