Jakarta, SenayanTalks – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Tak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga sekitar, program-program ini juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat empat unit operasi KPI yang aktif menjalankan program TJSL di sektor pertanian. “Program-program ini kami rancang tidak hanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan praktik pertanian berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Salah satu inisiatif yang paling menonjol datang dari Kilang Dumai di wilayah operasi Sungai Pakning, yang berhasil menyulap lahan gambut tidak produktif menjadi area pertanian hortikultura melalui program “Tuah Gambut Bersemi, Kampung Baru Berdikari.”
Selain itu, Kilang Dumai juga menjalankan tiga program unggulan lainnya, yaitu:
- Pertanian Tuah Jaya – fokus pada pemberdayaan masyarakat lewat praktik pertanian berkelanjutan.
- Edu-Agrowisata Buah Mekar Sejati – mengajarkan metode pertanian buah yang ramah lingkungan sekaligus menghadirkan destinasi wisata edukatif.
- Pertanian Lahan Gambut – mendorong pemanfaatan lahan gambut agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi risiko kebakaran lahan.

“Program pertanian gambut memberikan solusi nyata untuk masalah lingkungan sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” jelas Milla.
Di Kilang Plaju, KPI mengembangkan program “Mina Padi – Optimalisasi Lahan Pertanian Terintegrasi & Mandiri Energi.” Program ini menggabungkan sektor pertanian dan perikanan di Desa Sungai Rebo, menciptakan sistem pangan berkelanjutan sekaligus mendorong praktik konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dengan sistem pertanian terintegrasi, lahan dimanfaatkan secara maksimal dan efisien. Para petani tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga dapat memanfaatkan kolam irigasi untuk budidaya ikan air tawar, meningkatkan pendapatan sekaligus ketahanan pangan lokal.
KPI juga memperluas dampak sosialnya hingga ke wilayah timur Indonesia melalui Kilang Kasim dengan program “Pengembangan Kampung Malabam.” Program ini memiliki pendekatan holistik yang mencakup:
- Pengolahan limbah organik melalui peternakan
- Pertanian berkelanjutan
- Reaktivasi rumah baca
- Peningkatan layanan kesehatan masyarakat

“Fokus utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dengan memanfaatkan potensi lokal. Pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga pendidikan dan kesehatan,” terang Milla.
Hingga September 2025, program-program TJSL pertanian KPI telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar kilang. Setidaknya, sekitar 150 orang telah menjadi penerima manfaat langsung, sementara 1.400 orang lainnya mendapat manfaat tidak langsung dari berbagai program pemberdayaan tersebut.
Tak hanya berdampak secara sosial dan ekonomi, inisiatif TJSL KPI juga sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya:
Poin 1: Tanpa Kemiskinan
Poin 2: Tanpa Kelaparan
Poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Poin 5: Kesetaraan Gender
Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Poin 13: Penanganan Perubahan Iklim
Poin 15: Ekosistem Daratan
“Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kebutuhan lokal, KPI membuktikan bahwa industri energi dapat bersinergi dengan sektor pertanian untuk menciptakan dampak sosial yang positif, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Milla.

Baca juga :

