Jakarta, SenayanTalks — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung percepatan dekarbonisasi nasional. Perusahaan resmi menerbitkan 35.475 ton CO₂e kredit karbon yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Penerbitan kredit karbon ini setara dengan pengurangan emisi dari lebih dari 8.000 mobil berbahan bakar bensin atau sebanding dengan manfaat penanaman 570.000 pohon setiap tahun.
Dari total volume kredit karbon yang diterbitkan, 90,4 persen atau 32.060 ton CO₂e telah terserap pasar. Mayoritas pembeli berasal dari perusahaan nasional di berbagai sektor, mulai dari perbankan, perdagangan, hingga industri ekstraktif, yang memiliki kebutuhan kompensasi emisi cukup besar.
CEO Pertamina NRE, John Anis, mengaku terkejut dengan cepatnya penyerapan pasar terhadap kredit karbon terbaru ini. Menurutnya, tingginya permintaan menunjukkan semakin kuatnya komitmen sektor swasta dalam melakukan kompensasi karbon atau carbon offsetting.
John menambahkan bahwa perkembangan positif ini menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan pasar karbon domestik, terutama ketika regulasi nasional semakin matang dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan lembaga standar karbon internasional seperti Gold Standard dan Verra. Kesepakatan tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi kredit karbon Indonesia untuk memasuki pasar global.

Limbah cair sawit
PLTBg Sei Mangkei sendiri telah beroperasi sejak 2020 dan merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina NRE dan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Kredit karbon dari fasilitas ini berasal dari pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang diolah menggunakan teknologi covered lagoon, menghasilkan energi terbarukan sekaligus mengurangi emisi metana dari proses limbah sawit.
Sebelumnya, Pertamina NRE juga sukses menjual habis kredit karbon perdananya yang mencapai 864.209 ton CO₂e, bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6. Keberhasilan tersebut menjadikan Pertamina NRE sebagai salah satu pemain penting dalam mendukung ekosistem bursa karbon Indonesia atau IDXCarbon, yang diluncurkan pemerintah pada September 2023.
Melihat tingginya permintaan pasar dan portofolio energi hijau yang terus berkembang, Pertamina NRE berencana menerbitkan lebih banyak kredit karbon. Dalam waktu dekat, perusahaan akan merilis Volume 3 kredit karbon dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan estimasi volume 465.131 ton CO₂e.
Pertamina NRE menegaskan bahwa perdagangan kredit karbon bukan hanya bagian dari strategi bisnis, tetapi juga kontribusi nyata perusahaan dalam menekan emisi nasional dan mendorong transisi menuju energi bersih.

Baca juga :



