Search
Close this search box.

Taiwan Lampaui Target WHO Eliminasi Hepatitis C

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chung-Liang Shih.

Jakarta, SenayanTalks – Taiwan mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pemberantasan Hepatitis C dengan berhasil mencapai target programatik Tingkat Emas (Gold Tier) dari World Health Organization dalam kerangka Path to Elimination (PTE).

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Chung-Liang Shih, menyatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan integrasi kebijakan pencegahan, skrining, diagnosis, dan pengobatan dalam sistem layanan kesehatan nasional.

Secara global, hepatitis C masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dengan sekitar 58 juta orang hidup dengan infeksi kronis. Meski belum tersedia vaksin, penyakit ini kini dapat disembuhkan melalui terapi antivirus kerja langsung (direct-acting antivirals/DAA) dalam waktu 8–12 minggu.

Fokus Pencegahan dan Kelompok Rentan

Pemerintah Taiwan memperluas akses layanan melalui program skrining nasional serta pembiayaan terapi DAA dalam skema asuransi kesehatan. Hingga Juni 2025, sekitar 90,2 persen penderita hepatitis C kronis telah terdiagnosis, dan 92,6 persen di antaranya telah menerima pengobatan.

Angka tersebut melampaui standar yang ditetapkan WHO dalam target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.

Selain pengobatan, Taiwan juga memperkuat aspek pencegahan. Sistem transfusi darah dan praktik medis diklaim memiliki tingkat keamanan hingga 100 persen. Program pengurangan dampak buruk juga dijalankan dengan distribusi lebih dari 150 jarum suntik steril per orang per tahun bagi pengguna narkoba suntik.

Pemerintah juga memprioritaskan kelompok berisiko tinggi, seperti orang dengan HIV, pasien penyakit ginjal stadium akhir, serta warga binaan pemasyarakatan, guna memastikan akses layanan kesehatan yang inklusif.

Tekan Kanker Hati

Keberhasilan program ini berdampak pada penurunan signifikan angka kejadian dan kematian akibat kanker hati dalam dua dekade terakhir. Penurunan tersebut dinilai berkaitan erat dengan kebijakan pencegahan dan pengobatan hepatitis yang konsisten.

Taiwan kini telah mengajukan laporan eliminasi hepatitis C ke kantor regional WHO Pasifik Barat untuk proses validasi. Pemerintah setempat berharap capaian ini mendapat pengakuan internasional sekaligus menjadi model global dalam upaya eliminasi hepatitis.

“Model Taiwan menunjukkan bahwa eliminasi hepatitis dapat dicapai melalui kombinasi ilmu pengetahuan, komitmen politik, dan prinsip keadilan,” kata Chung-Liang Shih.

Baca juga :

Artikel Terkait

Berita Sebelumnya